GRESIK — PT Petrokimia Gresik mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk sebesar 6,59 juta ton hingga September 2026. Produksi tersebut mencakup lebih dari 4 juta ton pupuk serta hampir 2,5 juta ton bahan kimia dasar dan produk nonpupuk untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian dan industri nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan capaian produksi tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga produktivitas untuk memenuhi kebutuhan dua sektor strategis, yakni pertanian dan industri.
Baca Juga- The Fed Tahan Suku Bunga di Kisaran 3,75–4 Persen, Inflasi Jadi Sorotan
- Jakarta Financial Festival Himpun Dana Rp 5 Miliar, Lebih dari 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Jaga Pasokan Gas Domestik, MedcoEnergi dan Mitra KKKS Teken 3 Kesepakatan
“Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya tanggung jawab Petrokimia Gresik dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan industri. Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani. Sementara melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, kami turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional,” ujar Daconi di Gresik, Jawa Timur, Selasa (27/10/2026).
Menurut dia, pencapaian tersebut didukung upaya perusahaan meningkatkan keandalan operasional, efisiensi, dan efektivitas proses produksi. Optimalisasi kemampuan pabrik dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan kesiapan perusahaan memenuhi kebutuhan produk secara berkelanjutan.
Salah satu upaya efisiensi dilakukan melalui inovasi GIO FILTER 1B di Pabrik Amoniak 1B. Inovasi tersebut mencakup penambahan Molecular Dryer Filter 154-LC untuk meningkatkan keandalan proses produksi.
Berdasarkan data perusahaan, inovasi itu menekan kehilangan potensi produksi (loss product) amoniak dari 13.409,21 ton menjadi nol pada unit yang ditangani. Produksi harian juga meningkat dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton, dengan efisiensi biaya yang dilaporkan mencapai Rp9,5 miliar.