REPUBLIKA.CO.ID, BULUNGAN — PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) memulai pengeboran eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada 2 Oktober 2026. Pengeboran ini bertujuan menguji potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar untuk mendukung penemuan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru.
Pengeboran Sumur Tingkilan-001 (TKLN-001) merupakan bagian dari program eksplorasi PHE LPB di Wilayah Kerja (WK) Maratua. Perusahaan menggunakan metode pengeboran vertikal dengan Rig PDSI #21.2 berkapasitas 700 tenaga kuda (horsepower/HP).
Sumur tersebut menargetkan kedalaman akhir 1.574 meter measured depth (mMD) atau 1.554 meter true vertical depth subsea (mTVDSS).
Manager Drilling Zona 10, Muhdi Rizal, mengatakan kegiatan eksplorasi menjadi langkah strategis untuk menemukan sumber daya migas baru sekaligus menjaga keberlanjutan produksi nasional.
“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya migas baru dan menjaga keberlanjutan produksi perusahaan. Melalui kegiatan eksplorasi Tingkilan-001, kami berharap dapat menambah cadangan migas yang akan berkontribusi bagi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).
Untuk mendukung kelancaran pengeboran, PHE LPB telah menyosialisasikan kegiatan eksplorasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perusahaan menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Mangkupadi.
Sosialisasi tersebut menjadi sarana bagi perusahaan untuk menyampaikan perkembangan kegiatan eksplorasi, menjelaskan aspek keselamatan, serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan selama pengeboran berlangsung.
Manager Exploration Planning & Operation Regional 3, Theodorus Rendhi, mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap kegiatan tersebut.
“Dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan eksplorasi Tingkilan-001 dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi wilayah sekitar. Kami juga terus membuka ruang komunikasi agar setiap tahapan kegiatan dapat dipahami bersama,” ujar Rendhi.
Perwakilan Kecamatan Tanjung Palas Timur yang hadir mewakili camat juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan eksplorasi tersebut. Pemerintah kecamatan berharap perusahaan, pemerintah, dan masyarakat terus menjaga komunikasi serta koordinasi selama kegiatan berlangsung.
Selain membangun komunikasi dengan masyarakat, PHE LPB memberikan bantuan kepada 20 anak yatim dan dhuafa di Desa Mangkupadi. Perusahaan juga menggelar ramah tamah bersama pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga.
PHE LPB merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan kegiatan eksplorasi dan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, serta tanggap bencana.
Melalui pengeboran Sumur Tingkilan-001, PHE LPB berharap dapat memperoleh temuan hidrokarbon baru untuk menambah potensi cadangan migas dan mendukung ketahanan energi nasional.
Ikuti Whatsapp Channel Republika