REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE JAYA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memfokuskan upaya pemulihan pascabanjir pada dua aspek fundamental, yaitu pemulihan permukiman warga dan pelayanan dasar masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons atas bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menegaskan bahwa pemulihan permukiman dan pelayanan dasar merupakan persoalan mendasar yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Fokus pemulihan permukiman mencakup rumah penduduk serta kawasan yang terdampak banjir berulang.
"Pemkab Pidie Jaya memfokuskan pemulihan pemukiman dan pelayanan dasar. Pemulihan pemukiman meliputi rumah penduduk dan kawasan yang terdampak banjir berulang," kata Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera, Tito Karnavian, ke Kabupaten Pidie Jaya.
Menurut Bupati, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan dan menyelaraskan langkah seluruh perangkat daerah. Tujuannya adalah merespons dampak bencana yang dinilai masih membutuhkan penanganan serius dan terpadu.
"Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada pemulihan kerusakan yang terlihat, tetapi harus menjawab persoalan mendasar yang memengaruhi keamanan dan kehidupan masyarakat," tegasnya.
Oleh karena itu, Sibral Malasyi menekankan bahwa semua persoalan pascabencana perlu dikaji secara cermat. Perumusan solusi harus matang agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat yang terdampak.
Bupati berharap rapat koordinasi ini dapat melahirkan arah pemulihan yang terukur, terpadu, dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa yang diperjuangkan bukan sekadar memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir, melainkan memastikan masyarakat menjadi tangguh terhadap bencana di masa depan.
"Kami juga memastikan bahwa pemulihan tersebut menjadikan masyarakat tangguh bencana serta tidak terus-menerus hidup dalam kecemasan menghadapi bencana yang sama," pungkas Sibral Malasyi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara