Nasional

Polda Jatim Turun Tangan Usut Kematian Sekdin Bangkalan di Juanda

Polda Jatim memperkuat penyelidikan kematian misterius Sekdin PRKP Bangkalan, RYS, di Bandara Juanda. Dugaan pembunuhan menguat setelah autopsi.

1 Juli 2026, pukul 17:30 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum Kriminal Polda Jatim Turun Tangan Usut Kematian Sekdin Bangkalan di Juanda CNN Indonesia Kamis, 02 Jul 2026 00:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Polda Jatim memperkuat penyelidikan kematian misterius Sekdin PRKP Bangkalan, RYS, dalam mobil terparkir di Bandara Juanda. (CNN Indonesia/Farid) Surabaya, CNN Indonesia --

Polda Jawa Timur (Jatim) turun tangan memperkuat penyelidikan kasus kematian misterius Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), yang mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

Jenazah RYS sudah ditemukan sejak sepekan lalu, Rabu (24/6). Namun hingga kini, baik pelaku maupun penyebab pasti kematian korban masih belum terungkap, sementara dugaan pembunuhan kian menguat berdasarkan hasil autopsi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, seluruh unsur kepolisian akan bersinergi mempercepat pengungkapan kasus ini. Termasuk menangkap pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upaya sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk dapat cepat mengungkap kasus ini akan terus kami lakukan. Mohon doanya mudah-mudahan segera tertangkap," kata Jules, Rabu (1/7).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra menyebut, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Namun, pihaknya belum membeberkan detail perkembangan penyidikan.

Pilihan Redaksi

"Masih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi," katanya.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51) ditemukan tak bernyawa secara misterius di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6).

Dugaan pembunuhan itu menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka robek pada cuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.

Selain itu, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam turut memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.

Kendati demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan lantaran kondisi pembusukan lanjut pada organ tubuh korban. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi Laboratorium Forensik Polda Jatim terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban.

(frd/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait