REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Wakil Menteri Koordinator (Waminko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong seluruh wali kota di Indonesia untuk merumuskan langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya masing-masing. Ajakan ini disampaikan dalam Forum Dialog Pangan yang merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke XVII di Medan, Rabu.
Hanif menekankan bahwa Rakernas APEKSI menjadi ruang konsolidasi bagi 98 pemerintah kota anggota untuk menyusun rekomendasi dan mempercepat transformasi menuju kota yang tangguh, termasuk dalam aspek pangan. Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan langkah-langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan nasional.
Menurut Hanif, perkotaan memegang peranan krusial dalam pembangunan ketahanan pangan karena hampir 60 persen penduduk Indonesia menetap dan mencari penghidupan di wilayah perkotaan. "Kita memiliki 98 kota yang tentu merupakan simpul yang tidak sederhana untuk menjadikannya tulang punggung dalam ketahanan pangan," ujarnya.
Tantangan Kompleks Perkotaan
Dengan kompleksitas yang dimiliki perkotaan, Hanif mengajak para wali kota untuk menyusun strategi ketahanan pangan yang komprehensif. Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak terlepas dari empat pilar utama, yaitu produksi, rantai pasok, ketersediaan, dan keterjangkauan. "Hal itu tidak sederhana di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks," tegasnya.
Hasil rumusan dari forum nasional tersebut, lanjut Hanif, akan dikaji lebih lanjut dan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ketahanan pangan di seluruh Indonesia. "Kami mengapresiasi tuan rumah yang telah menginisiasi forum ini. Hasil ini akan disampaikan dan ditindaklanjuti," katanya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas selaku tuan rumah menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemerintah kota untuk melakukan berbagai upaya penguatan ketahanan pangan. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan rumusan kekuatan pangan yang dapat diimplementasikan secara nyata di setiap wilayah. "Ini menjadi forum untuk mengkaji serta merumuskan terkait ketahanan pangan yang nantinya kita implementasikan," ujar Rico Waas.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara