REPUBLIKA.CO.ID, JEMBRANA, – Seorang warga perempuan berinisial NKKHA (20) yang memiliki riwayat epilepsi mengalami kejang saat sedang mengantre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kecamatan Jembrana, Bali. Personel Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Jembrana yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasinya ke rumah sakit.
Ps. Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, membenarkan peristiwa tersebut di Negara, Kabupaten Jembrana, Rabu. Ia menjelaskan bahwa warganya yang berasal dari Kecamatan Mendoyo itu memang rutin menjalani pengobatan untuk penyakit epilepsinya.
"Warga ini antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kecamatan Jembrana. Yang bersangkutan memiliki riwayat epilepsi dan rutin menjalani pengobatan," kata Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra.
Setelah memberikan pertolongan awal di tempat kejadian, tim Dokkes Polres Jembrana segera membawa korban ke RS Balimed untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Tindakan cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pelayanan yang responsif dalam situasi darurat di tengah masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang mengantre BBM agar senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Imbauan ini terutama ditujukan bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu dan sedang dalam masa pengobatan rutin, agar dapat mengantisipasi kejadian serupa.
Sementara itu, untuk mengantisipasi dampak antrean BBM terhadap kelancaran lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana juga menerjunkan personelnya. Mereka ditempatkan di sejumlah SPBU bersama dengan anggota polsek setempat untuk mengatur arus kendaraan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas. Di tengah cuaca yang cukup panas, petugas di lapangan juga membagikan air mineral kepada warga yang tengah mengantre sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik para pengendara.
AKP I Wayan Sugianta juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tertib selama mengantre dan selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan. "Jangan menyerobot antrean, utamakan keselamatan, dan saling menghormati sesama pengguna jalan," pesannya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara