Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan arena tinju dan Posko Jaga Jakarta di kolong Flyover Kampung Melayu, Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/11). Kedua fasilitas tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya mencegah tawuran melalui pembinaan olahraga bagi generasi muda dan penguatan keamanan lingkungan.
Arena tinju Kampung Melayu menjadi fasilitas kedua yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta setelah arena serupa di kolong Flyover Pasar Rebo. Pembangunan fisiknya berlangsung pada 20 Agustus hingga 23 Oktober 2026 melalui kolaborasi dengan PAM Jaya.
"Arena ring tinju merupakan langkah preventif dalam menangani aksi tawuran dan menjaga ketertiban umum melalui pendekatan kolaboratif berbasis wilayah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono berharap arena tersebut dimanfaatkan pemuda dan komunitas setempat untuk berlatih, mengembangkan bakat, serta meraih prestasi olahraga. Kegiatan yang terarah diharapkan menjadi alternatif positif agar generasi muda tidak terlibat tawuran.
Di samping arena tinju, Pemprov DKI Jakarta mengalihfungsikan bangunan bekas Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah menjadi Posko Jaga Jakarta. Fasilitas tersebut digunakan untuk memperkuat koordinasi unsur kewilayahan dalam memantau keamanan, menjaga ketertiban, dan merespons potensi gangguan di lingkungan sekitar.
Menurut Pramono, alih fungsi bangunan tersebut dimungkinkan setelah volume sampah di lokasi berkurang seiring penerapan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Ini contoh yang baik bagi penanganan di lapangan untuk bagaimana mengatasi tawuran, mengatasi sampah, dan juga menjaga keamanan yang ada di Jakarta ini," tegas dia.
Pemprov DKI Jakarta juga membentuk satuan tugas tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur untuk memperkuat pencegahan dan penanganan tawuran. Satgas tersebut juga disiapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gangguan keamanan maupun keadaan darurat, termasuk bencana.
Kehadiran arena tinju mendapat sambutan positif dari pemuda setempat. Salah satunya Muhammad Ilham Shodri (21), pelatih tinju, yang berharap fasilitas tersebut menjadi tempat pembinaan sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengikuti pertandingan.
"Adanya sarana ini sangat berkontribusi untuk pemuda-pemuda di sini yang tawuran. Jadi, yang tadinya sering tawuran, sekarang kita ingin pemuda-pemuda selanjutnya bisa berprestasi dengan tinju, bukan dengan tawuran," ucapnya.
Ilham berharap kegiatan latihan dapat berlangsung secara berkelanjutan agar semakin banyak pemuda memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
"Saya terima kasih banyak kepada Pemprov DKI yang sudah menyediakan fasilitas bagi kami sebagai pemuda. Kami ingin terus melanjutkan wadah ini agar pemuda-pemuda di bawah kami bisa terus berprestasi melalui pertandingan tinju," kata dia.
Sebagai informasi, peresmian tersebut turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah lainnya.
(rir) Bagikan: URL berhasil disalin