Nasional

Produsen Motor Listrik ALVA Dapat Tambahan Pembiayaan Rp358 Miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Produsen motor listrik ALVA, PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), mendapat peningkatan fasilitas pembiayaan dari Standard Chartered Indonesia menjadi 20 juta dolar AS atau setara Rp358,2 miliar. Pembiayaan tersebut...

21 Oktober 2026, pukul 06:08 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Produsen motor listrik ALVA, PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), mendapat peningkatan fasilitas pembiayaan dari Standard Chartered Indonesia menjadi 20 juta dolar AS atau setara Rp358,2 miliar. Pembiayaan tersebut ditujukan untuk mendukung operasional, pengadaan bahan baku dan komponen, serta pengembangan bisnis perusahaan.

EMI merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk yang mengoperasikan fasilitas manufaktur motor listrik di Cikarang, Jawa Barat. CEO Indonesia Standard Chartered Donny Donosepoetro mengatakan, peningkatan fasilitas pembiayaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri motor listrik di Indonesia.

Baca Juga

“Peningkatan fasilitas pembiayaan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mendukung pertumbuhan EMI sekaligus pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Donny dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Menurut Donny, sekitar 145 juta unit sepeda motor beredar di Indonesia. Besarnya jumlah tersebut menunjukkan potensi pengembangan motor listrik sebagai salah satu pilihan transportasi masyarakat sekaligus bagian dari transisi energi.

Namun, percepatan penggunaan motor listrik tidak hanya bergantung pada minat masyarakat. Penguatan kapasitas produksi dalam negeri, ketersediaan bahan baku dan komponen, serta akses pembiayaan juga diperlukan untuk mendukung perkembangan industri tersebut.

Kerja sama Standard Chartered dan EMI telah berlangsung sejak 2022 melalui fasilitas pembiayaan perdagangan berkelanjutan untuk pengadaan bahan baku dan komponen yang digunakan dalam produksi motor listrik ALVA.

CEO ALVA Purbaja Pantja mengatakan, peningkatan fasilitas pembiayaan memberikan fleksibilitas pendanaan yang lebih besar bagi perusahaan. Dukungan tersebut membantu menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen sekaligus mendukung penguatan kemampuan manufaktur dan pengembangan produk di Indonesia.

“Dukungan ini membantu kami menjaga kesinambungan pengadaan bahan baku dan komponen, seiring penguatan kapabilitas manufaktur dan pengembangan produk di Indonesia,” kata Purbaja.

Standard Chartered menyatakan pembiayaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pembiayaan di sektor energi, transportasi, dan industri.

Lihat di situs asli

Berita terkait