REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Asosiasi Universitas Internasional Suriah, Prof Muhammad Khaer Al-Ghubani menyebut Indonesia sebagai "bom manusia" yang merupakan kekuatan besar umat Islam yang harus dimanfaatkan untuk membangun peradaban. Ia juga mendorong pendirian pusat penelitian dan fakultas khusus manajemen krisis berbasis Alquran.
Hal itu disampaikan Prof Al-Ghubani saat menjadi pembicara dalam World Quranic Civilization Forum (WQCF) 1448 H di Exhibition Hall SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga- Wujudkan Jakarta Kota Global, Gubernur Pramono Perluas Kemitraan Antarkota Dunia
- Pakar: Biaya Kesehatan Bisa Ganggu Kondisi Finansial Jika Tidak Dipersiapkan
- Trump Dilaporkan akan Pecat Menhan Hegseth dan Direktur CIA yang Menentang Perdamaian dengan Iran
Menurut dia, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki modal sumber daya manusia yang sangat besar bagi kebangkitan umat Islam."Mengingat Indonesia adalah negara Islam terbesar, setiap kali saya bertemu para pemimpin negara, para pangeran, raja, dan menteri, saya selalu mengatakan bahwa kita memiliki 'bom manusia' yang harus dimanfaatkan, yaitu Indonesia," kata Prof Al-Ghubani.
Ia membandingkan kekuatan tersebut dengan Pakistan yang memiliki kemampuan nuklir. Menurut dia, selain "bom nuklir" di Pakistan, dunia Islam juga memiliki "bom manusia" di Indonesia yang nilainya tidak kalah penting."Kita memiliki dua 'bom' ini. Yang satu bersifat manusiawi, dan saya percaya pembangunan manusia lebih penting daripada pembangunan ekonomi, politik, maupun sosial,"tegas dia.
Prof Al-Ghubani menegaskan, pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama kemajuan umat karena manusia merupakan pusat dari seluruh pembangunan yang diciptakan Allah SWT.
Santri pondok pesantren (Ilustrasi) - (Republika/ Wihdan Hidayat)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika