Nasional

Program Langkah Berdampak Kahf Sasar Petugas Karhutla

PALANGKA RAYA — Kahf, jenama di bawah naungan ParagonCorp, menyalurkan bantuan bagi petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta keluarga petugas yang gugur saat bertugas di Kalimantan Tengah...

3 November 2026, pukul 15:07 WIB · dibaca 0 kali

PALANGKA RAYA — Kahf, jenama di bawah naungan ParagonCorp, menyalurkan bantuan bagi petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta keluarga petugas yang gugur saat bertugas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Langkah Berdampak.

Program ini mencakup tiga bentuk dukungan, yakni penyediaan alat pelindung diri (APD) dan makanan bagi petugas, peralatan pemadaman khusus lahan gambut, serta bantuan pendidikan dan ekonomi bagi keluarga petugas yang meninggal dunia.

Baca Juga

Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan yang disampaikan mitra di lapangan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Rumah Zakat.

“Para petugas berjuang menjaga kehidupan, dan kami berupaya untuk bisa berpartisipasi menjaga perjuangan mereka. Dari diskusi dengan BPBD dan Rumah Zakat, kami melihat ada tiga hal yang saling berkaitan, yaitu keselamatan petugas, alat yang sesuai untuk memadamkan api di lahan gambut, dan masa depan keluarga pemadam kebakaran yang menjadi korban dampak karhutla. Karena itu, Langkah Berdampak kami rancang untuk menjawab ketiganya bersama mitra yang memahami kondisi di lapangan. Kami ingin dukungan ini tepat sasaran dan tetap berlanjut setelah masa darurat,” ujar Astri dalam keterangan, Selasa (3/10/2026).

Bersama BPBD Kota Palangka Raya, Kahf menyalurkan paket APD dan makanan untuk petugas. Paket APD tersebut terdiri atas helm pemadam, sepatu boots, sarung tangan, kacamata pelindung, masker respirator, dan baju pemadam.

Bantuan berikutnya berupa ratusan nozzle tancap tanah yang disalurkan bersama Rumah Zakat dan BPBD Kota Palangka Raya. Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu petugas menangani kebakaran di lahan gambut, termasuk titik api yang berada di bawah permukaan tanah.

Pemerhati lingkungan Nathanael Undas turut terlibat dalam kegiatan tersebut dan membantu relawan menggunakan nozzle tancap tanah di lapangan.

“Hari ini, saya bersama dengan rekan-rekan dari Kahf dan Paragon, distribusi pembantuan peralatan APD, makanan, suplemen, air mineral, nozzle pemadaman kebakaran khusus gambut, kepada rekan rekan kami di BPBD kota Palangka Raya dan juga Rumah Zakat. Nozzle adalah alat yang paling efektif untuk memadamkan api yang terbakar dibawah lahan gambut. Hari ini saya melihat bagaimana gigihnya teman-teman yang ada di garda depan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin luas. Apresiasi setinggi-tingginya saya berikan kepada semua teman-teman yang melawan api ini,” ujar Nathanael.

Selain mendukung petugas di lapangan, Kahf menyalurkan bantuan bagi keluarga Nurdin, petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Almarhum meninggalkan tiga anak yang masih bersekolah.

Bantuan yang diberikan meliputi biaya pendidikan untuk kebutuhan sekolah, seperti SPP, buku, dan seragam. Keluarga tersebut juga menerima bantuan sembako dan dukungan ekonomi.

Penyaluran bantuan pendidikan itu turut disaksikan Imam Santoso, pemerhati pendidikan yang juga dosen Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Astri mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga, terutama untuk keberlanjutan pendidikan anak-anak almarhum.

“Tentunya bantuan yang kami berikan tidak akan bisa mengobati luka yang dirasakan keluarga. Namun semoga ini bisa sedikit meringankan beban, mengingat anak-anak Almarhum masih memiliki kebutuhan pendidikan yang panjang,” ujar Astri.

Kahf menyatakan akan terus berkoordinasi dengan mitra untuk mempelajari kebutuhan di lapangan sebagai dasar penyaluran dukungan berikutnya.

Lihat di situs asli

Berita terkait