JAKARTA — PT Timah (Persero) Tbk mempertimbangkan opsi pembelian kembali saham atau buyback sebagai salah satu strategi korporasi di tengah upaya memperkuat fundamental bisnis dan membenahi tata kelola pertimahan nasional.
Sekretaris Perusahaan PT Timah Ruddy Nursalam mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap kajian awal. Perseroan mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan operasional, kecukupan modal, serta rencana pengembangan usaha sebelum mengambil keputusan.
“Setiap opsi strategis perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional, rencana pengembangan usaha, kondisi keuangan Perseroan secara menyeluruh, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Ruddy dalam keterangan resmi, Jumat (23/10).
Menurut dia, setiap keputusan korporasi harus sejalan dengan prioritas bisnis, kepentingan nasional, dan prinsip kehati-hatian.
PT Timah belum menetapkan besaran dana, target harga pembelian, maupun waktu pelaksanaan buyback. Perseroan masih mencermati kondisi usaha dan dinamika pasar modal sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Di tengah kajian tersebut, perusahaan berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui pembenahan dan penegakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), optimalisasi produksi, perluasan pemasaran, serta efisiensi keuangan.
Kinerja perusahaan timah turut dipengaruhi dinamika harga timah global, keseimbangan pasokan dan permintaan, serta perkembangan industri pertambangan. Karena itu, penguatan operasional dan pengelolaan keuangan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi industri.
PT Timah menegaskan, setiap alternatif strategi korporasi akan dipertimbangkan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Perseroan juga menyatakan akan menyampaikan perkembangan atau keputusan lebih lanjut mengenai rencana buyback kepada pemegang saham, publik, dan pemangku kepentingan sesuai ketentuan keterbukaan informasi pasar modal.
Ikuti Whatsapp Channel Republika