REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- PT Pertamina Port & Logistics (PPL) merehabilitasi 600 mangrove di kawasan Shorebase Tanjung Batu, Balikpapan, sebagai upaya memperkuat ekosistem pesisir. Program tersebut bertujuan mengurangi risiko abrasi sekaligus mendukung pemulihan lingkungan di kawasan pesisir.
Baca Juga
- Mangrove Jadi Benteng Pesisir, Sumut Susun Strategi Pengelolaan Jangka Panjang
- Ekosistem Mangrove Topang Ekonomi Masyarakat Pesisir
- Abrasi dan Banjir Rob Ancam Muara Gembong, Hankook Lanjutkan Penanaman Mangrove
Rehabilitasi mangrove diawali dengan pemetaan lokasi, identifikasi kondisi lahan, serta pemilihan jenis mangrove yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penanaman.
Dalam pelaksanaannya, metode rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi setiap zona pesisir. Pada kawasan yang mengalami abrasi, program dilengkapi dengan kegiatan konservasi dan pemantauan pertumbuhan bibit mangrove untuk mendukung proses pemulihan ekosistem.
Direktur PT Pertamina Port & Logistics Muhammad Akbar Thaib mengatakan, rehabilitasi mangrove dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Shorebase Tanjung Batu. Selain membantu mengurangi risiko abrasi dan mendukung penghijauan, kami berharap keberadaan mangrove dapat memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir serta flora dan fauna di sekitarnya," kata Akbar dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).
Menurut perusahaan, rehabilitasi mangrove diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
PPL menyatakan akan melanjutkan berbagai program keberlanjutan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekosistem pesisir.
Ikuti Whatsapp Channel Republika