Nasional

PUSPA Rayakan Satu Tahun Perjalanan: Satukan Perempuan dan Seni untuk Suarakan Palestina

Seni tidak hanya hadir untuk memperindah kehidupan, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan, membangun empati, dan menggerakkan kepedulian. Semangat inilah yang melandasi perayaan PUSPA 1st Anniversary, yang diselenggarakan...

27 Oktober 2026, pukul 21:53 WIB · dibaca 0 kali

Seni tidak hanya hadir untuk memperindah kehidupan, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan, membangun empati, dan menggerakkan kepedulian. Semangat inilah yang melandasi perayaan PUSPA 1st Anniversary, yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di The Gade Creative Lounge, PKN STAN, Bintaro.

Mengusung tema “United by Art, Moved by Heart”, perayaan ini menandai satu tahun perjalanan PUSPA (Perempuan Seni Indonesia untuk Palestina) dalam membangun ruang kolaborasi bagi perempuan Indonesia dari berbagai disiplin seni untuk menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga

Sebagai bagian dari Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA), PUSPA membawa semangat bahwa kepedulian terhadap Palestina dapat diwujudkan melalui beragam medium kreatif. Seni, sastra, musik, dan karya visual menjadi bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan, menyentuh hati, serta menjaga isu kemanusiaan tetap hadir dalam kesadaran publik.

Beyond Borders in Art: Ketika Kreativitas Menjadi Suara bagi Palestina

Salah satu agenda utama dalam perayaan ini adalah talkshow bertajuk “Beyond Borders in Art: How Creativity Can Become a Voice for Palestine.” Sesi ini mengangkat peran strategis perempuan seniman, pelaku industri kreatif, dan pegiat kemanusiaan dalam menggunakan karya serta pengaruhnya untuk membangun kesadaran publik tentang Palestina. Melalui dialog lintas perspektif, talkshow ini diharapkan dapat memperluas pemahaman bahwa kontribusi terhadap isu kemanusiaan tidak terbatas pada satu bentuk aksi. Setiap perempuan memiliki ruang untuk berkontribusi, baik melalui karya seni, industri kreatif, literasi, musik, maupun platform komunikasi yang dimilikinya.

Hadir sebagai pembicara takshow Melanie Subono (musisi dan aktivis kemanusiaan), Meydia Sefira (aktris dan entrepreneur), serta Sri Vira Chandra,SS,M.A (Ketua PUSPA). Lebih dari sekadar diskusi, sesi ini menjadi ajakan untuk melihat kreativitas sebagai bentuk partisipasi sosial yang dapat melampaui batas geografis, latar belakang, dan disiplin profesi.

Melanie Subono mengatakan “kita tidak ditanya berapa jumlah subscriber atau follower, melainkan sudah berbuat apa kita? Yang penting dilakukan atau tidak.”' Talkshow juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif dengan tamu undangan yang juga para perempuan pelaku seni dari berbagai bidang. 

Dari Kata Menjadi Karya, dari Karya Menjadi Kepedulian

PUSPA 1st Anniversary juga menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan ekspresi artistik dengan semangat solidaritas. Pembacaan puisi, pertunjukan musik, mini exhibition, serta aktivitas kolaboratif Paint for Palestine menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepedulian melalui pengalaman kreatif yang bermakna.

Melalui kegiatan tersebut, seni ditempatkan bukan semata-mata sebagai ekspresi individual, melainkan sebagai ruang perjumpaan yang memungkinkan gagasan, perasaan, dan harapan bertemu dalam satu tujuan kemanusiaan. Perayaan ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan PUSPA selama satu tahun sekaligus mempererat hubungan antarseniman, pelaku industri kreatif, tokoh perempuan, komunitas, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap Palestina. Dengan semangat kolaborasi, PUSPA ingin menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina dapat tumbuh dari berbagai ruang kehidupan, termasuk panggung seni dan budaya Indonesia.

Perempuan, Seni, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

Di tengah berbagai tantangan kemanusiaan yang terus dihadapi rakyat Palestina, PUSPA meyakini bahwa suara perempuan memiliki peran penting dalam menjaga empati dan solidaritas tetap hidup. Perempuan tidak hanya hadir sebagai pencipta karya, tetapi juga sebagai penggerak komunitas, pembentuk opini, pelaku industri, dan penjaga nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan seni dan kolaborasi, PUSPA membuka ruang agar semakin banyak perempuan dapat mengambil bagian sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing-masing. PUSPA 1st Anniversary bukan sekadar perayaan usia organisasi. Momentum ini merupakan pengingat bahwa karya dapat menjadi pesan, kreativitas dapat menjadi jembatan, dan kepedulian dapat menemukan banyak cara untuk disuarakan. 

Untuk diketahui, PUSPA (Perempuan Seni Indonesia untuk Palestina) merupakan komunitas perempuan yang menjadikan seni dan kreativitas sebagai medium untuk menumbuhkan kepedulian serta menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Sebagai bagian dari Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA), PUSPA mendorong kolaborasi perempuan lintas disiplin seni dan industri kreatif untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui karya, gagasan, dan gerakan kemanusiaan. 

Lihat di situs asli

Berita terkait