Nasional

Ratusan Layangan Tersangkut di Jalur Kereta Cepat Whoosh, KCIC Jelaskan Dampak Buruknya

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- PT KCIC mencatat sepanjang Januari-Mei 2026 ada 110 temuan layang-layang dan benangnya yang mengancam perjalanan Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung. Mayoritas ditemukan dari mulai trase Padalarang-Cimahi-Bandung. "Sepanjang...

12 Juni 2026, pukul 09:37 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- PT KCIC mencatat sepanjang Januari-Mei 2026 ada 110 temuan layang-layang dan benangnya yang mengancam perjalanan Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung. Mayoritas ditemukan dari mulai trase Padalarang-Cimahi-Bandung. 

"Sepanjang Januari hingga Mei 2026 petugas KCIC menemukan 110 layang-layang dan benangnya yang ditemukan di sekitar jalur operasional Whoosh, terutama di kawasan Padalarang, Cimahi, dan Bandung," kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga

Pihaknya pun mewaspadai potensi meningkatnya gangguan perjalanan kereta cepat relasi Jakarta-Bandung di musim libur sekolah ini. Sebab, di momen libur panjang anak-anak sekolah ini biasanya ada peningkatan aktivitas bermain layangan. 

"Memasuki masa libur sekolah, kami mengajak orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah untuk turut mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain. Layang-layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas Whoosh dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh," ujar Eva.

KCIC mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Layang-layang yang putus dan terbawa angin berpotensi tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) yang menjadi sumber tenaga utama operasional Whoosh. 

Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi sehingga layang-layang atau benang yang tersangkut dapat merusak jaringan listrik aliran atas maupun pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik selama perjalanan. Dampaknya tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, tetapi juga menyebabkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait