REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban. Ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam, Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, keracunan usai menyantap MBG, Senin (1/9/2026).
Akibat insiden tersebut, ratusan santri dilarikan ke rumah sakit. Gejala keracunan yang menimpa ratusan santri diduga dimulai saat mereka menggelar Shalat Dzuhur.
Baca Juga- Ratusan Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Bantah Ada Santri yang Meninggal
- Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Santri Manbaul Hikam Dilarikan ke Rumah Sakit
- 220 Becak Listrik Produksi Pindad Dibagikan kepada Pengemudi Becak Lansia
Ba'da Shalat Ashar, sejumlah santri mengalami mual, lemas, dan pusing. Usai Shalat Maghrib ratusan santri pun bergantian dilarikan ke rumah sakit.
Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Di antaranya RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Pusura Candi-Sidoarjo.
Di hari kejadian, sekitar seribu porsi MBG didatangkan ke pesantren dari SPPG Kalitengah. Menu MBG itu datang untuk dikonsumsi siswa-siswi di MA dan MTs Manbaul Hikam pada saat jam makan siang.
Namun, pada pukul 16.00 WIB, sejumlah santri merasakan gangguan kesehatan. Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Jumlahbsanteinyang mengalami gejala serupa terus bertambah, dari puluhan menjadi ratusan santri.
Pengurus ponpes pun menghubungi rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, sudah 293 santrinyang dilarikan ke rumah sakit.
Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan saat tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh santri dan santriwati tersebut telah tertangani dan pihaknya bergerak cepat dalam menangani kejadian itu serta mengimbau para orang tua santri agar tidak panik. - (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Ikuti Whatsapp Channel Republika