REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi membanggakan arus investasi ke wilayahnya. Menurutnya, di tengah tekanan fiskal dan kondisi geopolitik dunia, perolehan investasi bukan hal sembarangan.
Hal itu disampaikan Luthfi seusai meresmikan 23 Semarang Shoping Center dan peletakan batu pertama Hyatt Place di Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026). "Di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita mampu menghadirkan investasi itu enggak sembarangan," ujarnya.
Baca Juga- 4.044 SPPG Hanya Serap 1 Persen Produksi Telur dan Daging Ayam di Jateng
- Aksi Kamisan di Kantor Gubernur Jateng, Saat Rakyat Bunyikan Klakson Tanda Keresahan ke Pemerintah
- Infrastruktur Jateng Banyak yang Rusak, Kepala Bapenda Singgung Tunggakan PKB Rp2,8 Triliun
Dia menerangkan, Pemprov Jateng selalu berupaya membangun kepercayaan investor untuk melakukan investasi. "Ke depan Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang menarik hati untuk menjadi gerbangnya investasi di Indonesia maupun internasional. PMA kita itu hampir 58 persen," ucapnya.
Menurut Luthfi, selain sektor pertanian untuk menunjang target swasembada pangan, investasi di lini industri juga perlu digenjot. "Kawasan industri kita hanya 12. Saya tambah lagi 10. Bupati/wali kota saya perintahkan bikin kawasan industri sendiri," katanya.
Dia mengeklaim Pemprov Jateng mempermudah pembangunan kawasan industri. "Kawasan industri sudah one kit system. Dari segi perizinan mudah, kemudian dari segi lahan sudah pasti, kemudian dari segi kepabeanan satu pintu. Itu yang menarik dan gampang kita lakukan," ucap Luthfi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika