REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Cimahi, Jawa Barat mengalami peningkatan berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kurangnya minat anak sekolah menjadi salah satu penyebabnya.
Berdasarkan data portal resmi Kemendikdasmen per 30 September 2026, terdapat 3.947 orang angka ATS Kota Cimahi. Angka tersebut meningkat dibanding data tahun 2025 yang mencatatkan 3.059 anak. Namun, melonjaknya data tersebut tidak serta-merta menunjukkan ledakan angka putus sekolah secara riil.
Baca Juga- Dapat Bantuan Pusat, 179 Sekolah di Majalengka Masuk Program Revitalisasi
- Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa SDN 3 Cihirup Kuningan Belajar di Mushola Bergantian
- Bertemu Gus Ipul, Bupati Jeje Bahas Keberlanjutan Sekolah Rakyat yang Bakal Bikin Siswanya Tersenyum
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Reni Herawati mengatakan, lonjakan anak tidak sekolah ini merupakan perbaikan sistem serta validasi data secara masif yang dilakukan Pusat Data Pendidikan. Hasilnya, ada peningkatan jumlah ATS di Kota Cimahi.
"Terjadi proses pemutakhiran, perluasan cakupan, dan validasi data ikut menyebabkan angka terdata meningkat. Anak-anak yang sebelumnya belum teridentifikasi kini mulai terdata ke dalam sistem," ujar Reni saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Reni mengungkapkan, fenomena anak tidak sekolah di Cimahi sangat kompleks dan tidak semata-mata dipicu oleh keterbatasan biaya. Berdasarkan survei Pemkot Cimahi pada 2025, rendahnya minat anak bersekolah menjadi salah satu faktor terbesar dengan persentase sekitar 28-38 persen dari kasus yang berhasil teridentifikasi.
"Tantangan terbesarnya justru saat anak kehilangan motivasi belajar atau lebih memilih bekerja. Mereka perlu didekati secara personal, didampingi, dan diyakinkan kembali bahwa pendidikan sangat penting bagi masa depan mereka," ungkap Reni.
Faktor lain yang turut memengaruhi meliputi kondisi ekonomi keluarga, anak yang memilih bekerja, pernikahan usia anak, dan isu atau persoalan internal keluarga. "Pemkot Cimahi telah menyediakan berbagai bantuan bagi keluarga kurang mampu sehingga anak bisa tetap bersekolah," ucap Reni.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika