SEMARANG -- Rumah Zakat menyalurkan 52.500 liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di RW 10, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Bantuan tersebut didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang telah mengalami krisis selama hampir lima bulan.
Penyaluran air bersih menjangkau sejumlah titik permukiman warga di RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 07. Berdasarkan keterangan warga setempat, sekitar 150 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga- Rumah Zakat Buka Pos Segar di Monas dalam Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina
- Rumah Zakat Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 24 Pelajar Yatim dan Dhuafa di Tangerang
- Rumah Zakat Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kampung Pabuaran
Meski Semarang mulai memasuki peralihan musim hujan, kondisi sumber air tanah di lingkungan warga belum membaik secara signifikan. Akibatnya, masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum, dan sanitasi.
Salah satu warga terdampak, Khumaidi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan Rumah Zakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih meskipun musim hujan mulai tiba.
“Kami sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat atas bantuan air bersih ini. Walaupun musim hujan sudah mulai tiba, kami warga di sini masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena sumber air belum kembali normal. Bantuan ini betul-betul meredakan beban kami,” ujar Khumaidi.
Penyaluran ini menjadi bentuk respons Rumah Zakat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Rumah Zakat berkomitmen memantau perkembangan pasokan air bersih di lokasi serta bersiap memberikan bantuan lanjutan apabila dibutuhkan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika