Nasional

Sebelum Kabur, TH Diduga Paksa Penjaga Kos Berbohong kepada Dokter

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ada banyak cara yang dilakukan oleh terduga pelaku penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki untuk menutupi perbuatannya. TH, terduga pelaku, sempat melakukan penipuan dengan mengelabui petugas rumah sakit...

23 Juni 2026, pukul 03:17 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ada banyak cara yang dilakukan oleh terduga pelaku penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki untuk menutupi perbuatannya. TH, terduga pelaku, sempat melakukan penipuan dengan mengelabui petugas rumah sakit Ujung Berung dan Rumah Sakit Hasan Sadikin saat mengantarkan Yuvita berobat.

TH meminta Resa Rohendi (40 tahun) penjaga kosan untuk membawa korban ke rumah sakit dan meminta agar pelaku dikenalkan sebagai saudara korban. Resa sebenarnya mengaku heran dan merasa janggal saat dimintai bantuan oleh pelaku mengantarkan korban ke rumah sakit pada tanggal 9 Juni malam.

Baca Juga

Ia mengatakan pelaku memilih pergi ke rumah sakit menggunakan sepeda motor dibandingkan menemani korban menggunakan mobil. "Berangkat dari sini (kosan) si Ipey (panggilan pelaku) maunya pakai motor. Harusnya sebagai suami kan nemenin istri ke rumah sakit. Ini nggak, malah saya yang nemenin ke sana," ucap dia, Senin (22/6/2026).

Ia melanjutkan korban, yang kini buta, dipindahkan dari kosan ke mobil untuk diantar ke rumah sakit dengan cara dipangku oleh pelaku. Tiba di rumah sakit Ujung Berung, tanggal 9 Juni Resa menyebut pelaku meminta agar apabila petugas menanyakan siapa pelaku untuk dijawab saudara.

"Waktu di mobil nemenin, nggak sempat ngobrol karena kondisi korban udah parah," ungkap dia.

Alasan TH, ia menyebut karena apabila dibahas sebagai suami penanganan akan sulit. Selain itu, TH memilih menunggu di parkiran. Alasannya apabila berhadapan dengan petugas dan dokter khawatir terpancing emosi.

"Kalau misalnya Om akuin saya sebagai saudara lah, saudara Om gitu kan. Soalnya kalau misalnya si Ipey mengaku seorang suami takutnya ribet. Penanganannya penanganan dari rumah sakit itu telat," ucap dia, menirukan perkataan TH.

Resa tapi mengaku setelah dokter menanyakan penyebab luka berat yang dialami korban, ia menjelaskan bahwa suami korban berada di luar menunggu sedangkan dirinya ikut membantu. Penyebabnya, ia menjelaskan berdasarkan keterangan dari suaminya jatuh dari kamar mandi sebulan yang lalu.

Ia mengaku lebih memilih jujur karena khawatir disalahkan. TH sendiri terus menghubunginya selama proses mengurus korban yang dinilainya sangat menganggu dan aneh. Resa pun akhirnya mengangkat telepon dari pelaku kemudian memintanya untuk memperkenalkan diri sebagai saudara ke petugas. Namun, ia keberatan dengan hal itu karena khawatir akan ditanya terkait keluarga korban.

Penolakan itu, ia mengaku membuat TH marah bahkan mengancam akan merusak rumah sakit. Dengan tekanan dari TH, ia pun memilih bertanya kepada petugas keamanan dengan kondisi yang dialami korban dan menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Dengan situasi itu, TH lalu membawa korban ke RSHS Bandung. Resa baru mengetahui jika kondisi korban dalam keadaan luka berat dan parah.

"Baru tahu pas sudah dibalut lukanya, dibuka kerudung, baru tahu keadaan pasien tuh seperti itu, dalam keadaan gawat darurat gitu, baru tahu," kata dia.

Ia mengaku TH sempat ditanya dokter penyebab luka dan mengapa baru memeriksakan ke dokter. Resa menyebut korban menyebut jatuh dari kamar mandi diduga karena diperintah oleh pelaku.

Saat dibawa ke RSHS Bandung, Resa menyebut TH memintanya memperkenalkan sebagai pemilik kosan sedangkan TH sebagai paman atau saudaranya yang peduli kepadanya korban.  Setelah tiba di IGD rumah sakit, TH sempat mengancam petugas jika tidak menangani korban akan melapor kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dokter kemudian menanyakan alasan mengapa baru membawa korban sekarang tidak saat kejadian beberapa waktu lalu. Serta menanyakan statusnya dan TH yang mengantar. Dokter disebut Resa menanyakan kondisi korban ke korban dan menjawab akan menjelaskan apabila sudah bertemu keluarga.

Resa mengaku dokter terus mendesak hingga akhirnya ia mengakui bahwa dia bukan pemilik kosan akan tetapi penjaga kosan. Ia mengaku melakukan itu karena diperintah oleh TH.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait