REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menyampaikan kabar gembira dan melarang menimbulkan sikap antipati.
Beliau bersabda:
Baca Juga- Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
- Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan
- Misteri Halilintar dan Gemuruh di Baliknya, Kisah Sang Pengingkar Tersambar Petir dalam Alquran
بشِّروا ولا تنفِّروا، ويسِّروا ولا تعسِّروا
“Sampaikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh. Permudahlah dan jangan mempersulit.”
Mendengar kabar-kabar yang menggembirakan dapat menambah semangat seseorang untuk bersungguh-sungguh dan tekun dalam menjalankan ketaatan. Nabi SAW misalnya, pernah menyampaikan kabar gembira kepada Utsman bin Affan RA dengan bersabda:
“Apa yang dilakukan Utsman setelah hari ini tidak akan membahayakannya.”
Kabar gembira itu justru semakin mendorong Utsman RA untuk berbuat kebaikan, kebajikan, dan ketaatan.
Menyampaikan kabar gembira juga merupakan bentuk dukungan moral dan penguatan yang sangat dibutuhkan. Hal itu tergambar dalam sikap Khadijah RA ketika Nabi SAW mengalami peristiwa yang berat. Ia berkata kepada beliau:
أبْشِرْ، فوالله لا يخزيك الله أبدًا
“Bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu.”
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika