BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi sebagian wilayah di Bandung Raya bakal diguyur hujan untuk sepekan ke depan dari 2 sampai 8 November 2026. Karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana.
Kepala BMKG Bandung Suaidi Ahadi mengatakan fenomena cuaca atmosfer satu pekan ke depan mendukung terjadi curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat. Pada pertengahan pekan diprediksi gelombang atmosfer tipe Madden-Julian Oscillation dan Kelvin aktif yang berkontribusi terhadap pembentukan awan.
"Secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jawa Barat. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah," ucap dia melalui keterangan resmi yang diterima, Senin (2/10/2026).
Ia menuturkan potensi hujan di sebagian wilayah Bandung Raya sepekan ke depan diprediksi terjadi di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung. Sedangkan di sebagian wilayah di Jawa Barat secara umum terjadi di beberapa wilayah.
Suaidi mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, longsor dan pohon tumbang. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta memahami risiko potensi bencana.
"Tetap tenang tapi siaga," kata dia.
Ia pun meminta masyarakat berhati-hati dalam merencanakan aktivitas di luar rumah. Khususnya perjalanan darat, laut dan udara dan memantau aktivitas cuaca di BMKG.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan awal musim hujan di Jawa Barat diprediksi mulai terjadi sejak Oktober hingga November 2026. Namun, musim hujan dominan pada November 2026.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika