Nasional

Wakapolda Sulut Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Judi Daring Demi Masa Depan

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Wakil Kepala Polda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Susetio Cahyadi mengajak para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti narkoba, tawuran,...

2 November 2026, pukul 19:45 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Wakil Kepala Polda Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Susetio Cahyadi mengajak para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti narkoba, tawuran, perundungan, kekerasan, dan praktik judi daring. Ajakan ini disampaikan langsung saat ia menjadi Pembina Upacara di SMK Negeri 3 Manado, Senin.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan sekaligus implementasi Program Quick Wins 1 Kapolri dalam menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, khususnya di lingkungan pendidikan. Brigjen Susetio menekankan bahwa pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mempersiapkan diri dengan pendidikan, keterampilan, kedisiplinan, dan karakter yang baik.

Bahaya Narkoba dan Kekerasan

Wakapolda Sulut mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif. Ia menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan dan mengganggu pendidikan, tetapi juga dapat berujung pada persoalan hukum. Selain itu, ia dengan tegas meminta pelajar menghindari tawuran, perundungan, dan segala bentuk kekerasan.

"Tidak ada kebanggaan dalam tawuran dan tidak ada keberanian dalam menyakiti orang lain. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik," tegasnya.

Bijak di Ruang Digital dan Tertib Berlalu Lintas

Dalam kesempatan itu, para pelajar juga diingatkan untuk menjauhi konten pornografi, penghinaan, serta penyebaran konten kekerasan. Ia melarang keras tindakan merekam perkelahian hanya untuk dijadikan tontonan atau konten viral, karena setiap aktivitas di ruang digital meninggalkan jejak permanen.

Mengenai keselamatan berlalu lintas, Brigjen Susetio mengingatkan para siswa untuk mematuhi aturan dan tidak mengendarai sepeda motor jika belum memenuhi persyaratan, termasuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dorong Keberanian Melapor

Wakapolda juga mendorong para pelajar untuk berani melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya ancaman, kekerasan, maupun tindak pidana. Laporan dapat disampaikan kepada guru, orang tua, kepolisian terdekat, atau melalui layanan Call Center Polri 110.

Ia menutup amanatnya dengan mengajak seluruh siswa menjaga persaudaraan dan menghormati sesama dengan menjunjung tinggi kearifan lokal Sulawesi Utara, yakni Torang Samua Basudara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo menjelaskan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan merupakan wujud kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan langkah pencegahan dini terhadap berbagai potensi kenakalan remaja. Melalui program ini, Polda Sulut ingin membangun kedekatan dengan pelajar serta memberikan edukasi agar mereka mampu menjaga diri, bijak menggunakan teknologi, dan menjauhi narkoba, tawuran, perundungan, serta judi daring.

"Kami berharap sekolah menjadi lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar, sehingga dapat melahirkan generasi muda yang terampil, berkarakter, dan berintegritas," ujar Kombes Endrastiawan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait