REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Musim kemarau membuat petani di Kampung Sukasirna, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, harus mencari cara agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air. Di tengah kondisi debit Sungai Citanduy yang menyusut, petani memilih mengandalkan kincir air yang dibuat secara swadaya untuk mengalirkan air ke sawah.
Sebanyak empat kincir air dibuat petani dengan biaya sekitar Rp1,5 juta per unit. Kincir yang ditempatkan di Sungai Citanduy tersebut menjadi solusi sederhana untuk menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau. Satu kincir mampu membantu mengairi lahan sawah sekitar satu hektare, sehingga keberadaannya menjadi penting untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan produktivitas pertanian tidak terhenti.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara Foto