REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan permohonan maaf soal polemik pernyataannya yang memicu spekulasi tentang percepatan pemilihan umum (pemilu) sebelum 2029.
Dia memahami pernyataannya itu menimbulkan berbagai spekulasi dan salah penafsiran. Menurut dia, ucapannya itu hanya merupakan pernyataan dan analisa pribadi dirinya sendiri.
Baca Juga- Prabowo Instruksikan TNI Siapkan Tim Khusus Padamkan Karhutla di Sumsel
- Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Bencana NTT
- Prabowo Turun Langsung Tangani Karhutla, Kerahkan Petinggi TNI-Polri ke Empat Provinsi
"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie dalam rekaman video yang diterima di Jakarta, Rabu.
Selain itu, dia pun menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya itu tidak ada hubungan atau kaitannya dengan Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Untuk itu, dia pun mengajak seluruh pihak agar menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.
"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut," kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara