REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon dilaporkan CNN pada Kamis (15/10/2026), tengah mempersiapkan rencana serangan terbaru terhadap Iran yang termasuk menggunakan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), bom terbesar non-nuklir milik Pentagon. CNN mengutip sejumlah pejabat AS melaporkan bahwa MOAB akan digunakan untuk mengebom fasilitas nuklir Iran termasuk Pickaxe Mountain.
MOAB adalah bom berukuran panjang sekitar 10 meter dengan berat hampir 9.800 kilogram. Pertama kali dikembangkan oleh Angkatan Udara AS pada 2003 selama persiapan perang Irak.
Baca Juga- Perang Iran Tekan Militer AS, Hegseth Siapkan Enam Reformasi
- AS Siapkan Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran Gunakan Bom Paling Besar Pentagon
- Iran Ubah Taktik Lawan Tekanan Amerika
Dipandu dengan GPS, MOAB berisi muatan bahan peledak yang setara dengan 11 ton TNT, yang membuatnya dijuluki Mother of All Bombs (Ibu dari Segala Bom). Tidak seperti bom konvensional, MOAB didesain berpenetrasi lebih dahulu ke dalam sebuah bangunan atau bunker sebelum meledak dahsyat dan menghancurkan area yang luas.
MOAB juga dikembangkan untuk tujuan dampak psikologis bagi musuh. Kehancuran masif yang diakibatkan ditujukan untuk membuat takut musuh agar menyerah dan meninggalkan pos-posnya.
Menurut data majalah Air & Space Forces, MOAB dikembangkan hanya dalam sembilan pekan dan langsung digunakan pada April 2003. Militer AS pertama hanya pernah sekali menggunakan MOAB pada 2017 saat mengebom kompleks terowongan milik ISIS di Provinsi Nangarhar, Afghanistan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika