Nasional

Sucofindo Dorong Pengelolaan Minyak Jelantah Bernilai Tambah

JAKARTA – Minyak jelantah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif sehingga limbah rumah tangga dan kegiatan konsumsi tidak berakhir mencemari lingkungan. Pengumpulan minyak bekas pakai secara terorganisasi menjadi...

26 Oktober 2026, pukul 01:55 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA – Minyak jelantah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku energi alternatif sehingga limbah rumah tangga dan kegiatan konsumsi tidak berakhir mencemari lingkungan. Pengumpulan minyak bekas pakai secara terorganisasi menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Pemanfaatan tersebut menjadi fokus kolaborasi PT Sucofindo (Persero) dengan PT Noovoleum Indonesia Investama melalui penyediaan fasilitas pengumpulan minyak jelantah UCOllect Box di Graha Sucofindo, Jakarta. Fasilitas ini diperkenalkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk membiasakan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

Baca Juga

Direktur Sumber Daya Manusia Sucofindo Budi Utomo mengatakan, pengumpulan minyak jelantah dapat menjadi langkah awal untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah. Dia berharap fasilitas tersebut mendorong pegawai mengelola minyak bekas pakai dengan lebih baik, termasuk dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kehadiran UCOllect Box, kami ingin mendorong kesadaran bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di sekitar kita,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (25/10/2026).

Menurut Budi, pengelolaan minyak jelantah tidak hanya berkaitan dengan pencegahan pencemaran lingkungan. Limbah tersebut juga memiliki potensi pemanfaatan lebih lanjut sebagai bahan baku energi alternatif apabila dikumpulkan dan dikelola dengan tepat.

Budi berharap kebiasaan mengumpulkan minyak jelantah tidak terbatas pada lingkungan perkantoran. Para pegawai juga diharapkan menerapkan pengelolaan serupa di rumah sehingga partisipasi masyarakat dalam pengumpulan limbah dapat meningkat.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga menginspirasi insan Sucofindo untuk menerapkan kebiasaan serupa di rumah dan membagikan manfaatnya kepada masyarakat,” ucap Budi.

Fasilitas UCOllect Box memungkinkan pengguna menyetorkan minyak jelantah melalui mesin pengumpulan yang dilengkapi aplikasi pendukung. Aplikasi UCOllect digunakan untuk membantu proses penyetoran, pencatatan aktivitas, serta pemanfaatan fitur pengelolaan minyak jelantah.

Kepala Unit TJSL Sucofindo Nuri Hidayat mengatakan, penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya pengelolaan limbah. Menurut dia, minyak jelantah yang dikumpulkan dengan benar berpeluang dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung dibuang ke lingkungan.

“Melalui program ini, kami mengajak seluruh insan Sucofindo untuk memanfaatkan fasilitas ini agar tidak mencemari lingkungan dan tetap memiliki nilai manfaat,” ujar Nuri.

Nuri berharap pengumpulan minyak jelantah dapat berkembang menjadi kebiasaan di lingkungan kerja. Inisiatif tersebut juga dikaitkan dengan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) dalam kegiatan perusahaan.

Sementara itu, CEO PT Noovoleum Indonesia Investama Karl Philippe Emmanuel Galarneau Micone mengatakan, kerja sama antara perusahaan dan pengembang teknologi dapat membuka peluang pengelolaan limbah yang lebih terorganisasi. Dia menyebut fasilitas UCOllect Box dikembangkan dan diproduksi di Indonesia.

“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Sucofindo dalam menghadirkan UCOllect Box,” kata Karl.

Menurut Karl, pengembangan fasilitas pengumpulan minyak jelantah di dalam negeri menunjukkan potensi inovasi lokal dalam mendukung pengelolaan limbah. Kolaborasi dengan perusahaan pengguna fasilitas juga diharapkan dapat memperluas partisipasi dalam pengumpulan minyak bekas pakai.

Peresmian fasilitas UCOllect Box ditandai dengan penyetoran minyak jelantah perdana oleh perwakilan manajemen Sucofindo bersama Noovoleum Indonesia Investama. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan mesin dan sosialisasi aplikasi UCOllect kepada pegawai.

Melalui fasilitas tersebut, minyak jelantah diharapkan dapat terkumpul untuk pemanfaatan lebih lanjut sebagai sumber daya bernilai tambah. Pengumpulan secara terorganisasi juga menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi risiko pembuangan limbah minyak secara tidak tepat.

Lihat di situs asli

Berita terkait