Nasional

Sutradara Iran Majid Majidi Kecam Serangan AS di Festival Film Busan

REPUBLIKA.CO.ID, BUSAN -- Sutradara Iran yang pernah masuk nominasi Oscar, Majid Majidi, mengecam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Dia menyoroti dampak konflik terhadap kehidupan warga sipil, terutama kelompok masyarakat...

16 Oktober 2026, pukul 08:11 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BUSAN -- Sutradara Iran yang pernah masuk nominasi Oscar, Majid Majidi, mengecam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Dia menyoroti dampak konflik terhadap kehidupan warga sipil, terutama kelompok masyarakat rentan.

Pernyataan tersebut disampaikan Majidi saat menghadiri Festival Film Internasional Busan 2026 di Korea Selatan untuk memperkenalkan film terbarunya, Midday Meal. Film Midday Meal karya sutradara Iran Majid Majidi pun meraih penghargaan utama dalam upacara penutupan yang digelar hari itu di Busan Cinema Center, Haeundae-gu, Busan.

Baca Juga

Berdasarkan perubahan aturan Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), kemenangan ini juga memberi Midday Meal hak untuk diajukan dalam kategori Film Panjang Internasional Terbaik pada ajang Academy Awards (Oscar). Film ini dapat diajukan melalui jalur penghargaan festival tanpa harus dipilih sebagai perwakilan resmi negaranya.

Majidi mengaku sempat mempertimbangkan untuk menolak undangan festival tersebut. Situasi perang di negaranya membuat dia merasa tertekan dan tidak ingin meninggalkan Iran.

"Perjalanan ini sangat sulit bagi saya karena saya merasa sangat tertekan dan kelelahan. Saya sebenarnya tidak ingin meninggalkan Iran di tengah situasi yang sedang berlangsung," kata Majidi di Busan, dikutip dari Hollywood Reporter, Jumat (16/10/2026).

Namun, dia akhirnya memutuskan datang dengan harapan filmnya dapat menyampaikan pesan masyarakat Iran kepada dunia internasional. "Saya berpikir mungkin film saya dan kehadiran saya bisa menyampaikan sedikit pesan dari rakyat saya kepada masyarakat di negara dan tempat lain," ujarnya.

Majidi tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana dia melakukan perjalanan dari Teheran ke Korea Selatan. Kunjungannya berlangsung di tengah blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang kembali diberlakukan pada Juli serta sanksi luas terhadap sektor penerbangan Iran pada September.

Di Busan, Majidi secara terbuka mengecam jatuhnya korban sipil dan kesulitan hidup yang dialami masyarakat Iran akibat perang. Dia menyebut sekitar 150 ribu rumah mengalami kerusakan atau hancur. Selain itu, sebanyak 156 warga sipil, termasuk 120 anak sekolah, dilaporkan tewas ketika sebuah sekolah dasar di Minab dibom oleh AS.

"Rakyat Iran tidak akan menundukkan kepala menghadapi penindasan ini. Mereka adalah bangsa yang berani dan bermartabat. Mereka ingin menunjukkan bahwa Amerika tidak boleh memaksa bangsa lain berada di bawah kendalinya," kata Majidi.

Misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September menyatakan terdapat alasan yang cukup untuk meyakini pasukan AS bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah di Minab. Misi tersebut juga menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.

Namun, Departemen Luar Negeri AS di bawah pemerintahan Donald Trump menolak kredibilitas laporan tersebut.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait