REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerusakan hutan, pencemaran air dan udara, hingga eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dapat menjadi gambaran nyata dari fasad atau kerusakan di muka bumi yang dikecam Alquran. Surat Al-Baqarah Ayat 11-12 mengungkap ironi ketika para pelaku kerusakan justru mengklaim sedang melakukan perbaikan. Dalam Tafsir Ayat-Ayat Ekologi Kementerian Agama RI, perilaku tersebut dikaitkan dengan karakter kaum munafik yang kerusakannya dapat merambah ranah moral, sosial, hingga lingkungan.
Dalam Tafsir Ayat-Ayat Ekologi, diterangkan secara tegas bahwa kemunafikan tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga menjadi akar dari kerusakan ekologis yang kian parah.
Baca Juga- Raphinha dan Fermin Lopez Brace, Barcelona Gilas Elche 5-0
- Jenderal Pakistan ke Teheran, Ajak Iran Gabung Pakta Makkah?
- Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Ruteng NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ
Wa iżā qīla lahum lā tufsidū fil-arḍ(i), qālū innamā naḥnu muṣliḥūn(a).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi,” mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan." (QS Al-Baqarah Ayat 11)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ
Alā innahum humul-mufsidūna wa lākil lā yasy‘urūn(a).
Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (QS Al-Baqarah Ayat 12)
Ayat tersebut menurut Tafsir Ayat-Ayat Ekologi yang diterbitkan Kementerian Agama RI, mengungkap fenomena kaum munafik yang secara sadar melakukan berbagai bentuk kerusakan-baik secara moral, sosial, maupun lingkungan. Namun tetap mengklaim bahwa mereka sedang melakukan perbaikan.
Infografis 3 Tahap Turunnya Alquran Saat Nuzulul Quran - (Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika