JAKARTA – TGB Muhammad Zainul Majdi mengkritik tindakan aparat kepolisian dalam penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia menilai pengerahan personel bersenjata lengkap ke lingkungan pesantren putri yang dihuni anak anak di bawah umur tidak mencerminkan tindakan kepolisian yang profesional dan proposional.
Kritik tersebut disampaikan TGB melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @tuangurubajang, yang diunggah pada Jumat (30/11/2026). Dia menyoroti dampak psikologis yang dialami para santriwati setelah aparat mendatangi pesantren pada dini hari.
Baca Juga- Polisi Terlibat Penggeledahan di Ponpes Hamalatul Quran Diperiksa Propam
- Stop Transit, Bahlil Minta Ekspor LNG Langsung ke Negara Tujuan
- Alas Sholat Gratis untuk Jamaah Jumat
Menurut TGB, lingkungan pendidikan yang dihuni belasan anak perempuan semestinya mendapatkan perlindungan. Terlebih, tindakan penggeledahan tersebut disebut meninggalkan trauma bagi para santriwati.“Penggrebekan seperti ini menurut saya sangat tidak profesional dan juga bahkan tidak proposional,” ujar TGB dalam video tersebut.
Dia tidak mempersoalkan proses penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana. Namun, menurut dia, penyelidikan kasus kriminal tetap harus dilakukan dengan cara yang profesional dan tidak mengabaikan kondisi pihak lain yang berada di lokasi.
TGB juga menyinggung kasus pembakaran warung yang menjual makanan berbahan babi sebagai perkara yang menjadi latar belakang penggeledahan. Dia menegaskan, tindakan pembakaran merupakan perbuatan kriminal yang harus diproses secara hukum. Meski demikian, proses penyelidikannya tidak semestinya dilakukan dengan cara yang justru menimbulkan trauma bagi anak anak.
Dia kemudian mengingatkan komitmen kepolisian untuk membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat. Menurut TGB, pendekatan aparat seharusnya mencerminkan semangat kepolisian yang hadir bersama masyarakat, bukan justru menimbulkan ketakutan.
Sekretaris Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Diyana Indah Sari, menuturkan peristiwa penggerebekan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (27/10/2026). - (Ist)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Mg-167