Nasional

Tuntas di Tanah Sendiri: Misi Asmawiyah dan Bank Sampah Kresek Indah

Asmawiyah memimpin gerakan pemilahan sampah di RW 01 Pulau Kelapa, mengolah sampah menjadi produk berguna dan meningkatkan kesadaran lingkungan warga.

6 November 2026, pukul 11:59 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa PILAH OLAH SAMPAH HEROES Tuntas di Tanah Sendiri: Misi Asmawiyah dan Bank Sampah Kresek Indah CNN Indonesia Jumat, 06 Nov 2026 18:59 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Asmawiyah menggerakkan warga RW 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, untuk menuntaskan masalah sampah. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Asmawiyah, menggerakkan warga RW 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, untuk menuntaskan masalah sampah.

Melalui gerakan pemilahan dan pengolahan di bank sampah, Asmawiyah dan warga RW 01 Pulau Kelapa kini tak lagi mengirim sampah ke wilayah daratan Jakarta.

"Sampah sudah tidak ada lagi yang dibawa ke Jakarta. Jadi sampah ini harus tuntas, ya di pulau kami juga," ujar Asmawiyah, Jumat (6/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank sampah di RW 01 Pulau Kelapa ini memiliki nama Bank Sampah Kresek Indah. Berdiri sejak tahun 2020, bank sampah tersebut telah menjangkau lebih dari 400 nasabah.

Asmawiyah mengatakan angka tersebut meliputi 100 persen warga yang tinggal di RW 01 Pulau Kelapa. Bahkan, nasabah juga termasuk warga-warga di wilayah RW lain. Ia menceritakan, awalnya bank sampah ini terbentuk dari keresahan warga setempat, khususnya kelompok ibu-ibu di RW 01.

"Keresahan mereka itu ketika melihat ada warga yang masih membuang sampahnya ke laut, dan membuang sampahnya sembarangan," ungkap Asmawiyah.

Dari keresahan tersebut, akhirnya mereka termotivasi agar sampah yang ada di Pulau Kelapa tidak kembali berakhir di laut. Beranggotakan enam orang, yang terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, bank sampah ini memiliki aktivitas sepanjang pekan.

Dari hari Senin hingga Jumat, anggota akan keliling untuk menjemput hasil pilahan sampah dari warga. Sementara itu, di hari Sabtu dan Minggu, anggota akan memilah kembali hasil sampah di lokasi bank sampah.

Asmawiyah mengatakan, hasil sampah yang terkumpul per bulannya dapat berjumlah hingga berton-ton banyaknya.

"Volume sampah yang kita kumpulkan di bank sampah ini lebih dari 1 sampai 2 ton per bulan," katanya.

Peserta Pilah Olah Sampah Heroes 2026, Asmawiyah, menggerakkan warga RW 01 Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, untuk menuntaskan masalah sampah. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia)

Setelah dikumpulkan, sampah-sampah tersebut difungsikan dan diolah berdasarkan jenisnya. Untuk sampah organik umumnya akan diolah menjadi kompos. Namun, sampah berupa daun akan dipilih-pilih kembali sebagai bahan ecoprint.

Ecoprint sendiri merupakan teknik pemberian motif pada kain menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya daun. Produk ecoprint yang dibuat Bank Sampah Kresek Indah berupa tas, selendang, hingga baju.

Sementara itu, sampah botol plastik dan bekas kemasan akan diolah menjadi kerajinan tangan, misalnya aksesoris, tikar, hingga tas.

"60 nasabah yang emang betul-betul mengikuti pelatihan. Mereka itu sudah bisa membuat tikar, terus seperti kayak botol-botol dibuat kayak aksesori," ucap Asmawiyah.

Dari berpartisipasi untuk pemilahan, mendaftar menjadi nasabah, hingga ikut mengolah, partisipasi warga menjadi faktor krusial dalam kegiatan bank sampah. Asmawiyah pun mengungkapkan strateginya untuk menghimpun para warga. Salah satunya adalah dengan mengajak mereka untuk duduk bersama.

"Hasil dari duduk bareng ini kita tahu keluhan warga atau masyarakat itu kenapa mereka milah sampah dan ada juga yang tidak milah sampah," katanya.

Edukasi lalu dilakukan untuk membantu warga yang belum paham atau kesulitan dalam memilah dan mengolah sampah. Kemudahan mengakses informasi soal sampah juga diberikan melalui media sosial seperti Facebook dan media cetak seperti brosur.

Lebih dari itu, upaya memperkuat kerekatan hubungan warga dengan bank sampah adalah dengan membentuk kelompok di bawah bank sampah, seperti Kelompok ASKHA.

"Kelompok ASKHA ini ibu-ibu, istrinya nelayan. Emang kalau istri-istri nelayan ini kan jarang tersentuh sama kelurahan, jadi bagaimana caranya [kelompok] ini [membuat] wanita-wanita ini berdaya," ucap Asmawiyah.

Sebanyak 25-30 nasabah bank sampah yang tergabung dalam kelompok ini dapat melakukan simpan pinjam uang. Uang tersebut nantinya dapat mereka gunakan untuk berbagai kebutuhan, dari mulai alat-alat sekolah anak hingga modal usaha.

Ecoprint merupakan teknik pemberian motif pada kain menggunakan bahan-bahan alami, salah satunya daun. Produk ecoprint yang dibuat Bank Sampah Kresek Indah berupa tas, selendang, hingga baju. (CNN Indonesia/Moureen Nathalia)

Para anggota Kelompok ASKHA ini juga secara aktif dilibatkan dalam berbagai jenis pelatihan, misalnya pelatihan pembuatan ecoprint.

"Kalau bapak-bapaknya pergi nelayan itu kadang-kadang kan suka ada masa sulitnya, ya. Jadi, ada kegiatan gitu yang bisa menghasilkan uang," ucap Asmawiyah.

Upaya-upaya tersebut mendorong sistem pemilahan dan pengolahan sampah di Pulau Kelapa menjadi semakin kokoh. Berbagai lapisan warga, mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa, akhirnya memiliki kesadaran dan kemampuan untuk terlibat dalam inisiatif lingkungan.

Asmawiyah mengungkapkan bahwa seluruh inisiatif yang ia lakukan awalnya berangkat dari tuntutan untuk mengelola sampah. Namun, seiring berjalannya waktu, tuntutan itu berubah menjadi tanggung jawab yang membawakan manfaat.

"Untuk melepas pun saya enggak bisa gitu. Soalnya kan masih jarang orang-orang yang mau setulus hati gitu. Kadang-kadang kan mereka itu emang kendalanya kadang-kadang bentrok sama kerjaan," ucap Asmawiyah.

Dari kesadaran individu menjadi gerakan kolektif, aksi nyata dari figur-figur seperti Asmawiyah hendak disorot melalui program Pilah Olah Sampah Heroes 2026.

Program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta satu ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap para pahlawan lingkungan yang memiliki aksi nyata dan turut mengajak warga lainnya agar peduli terhadap sampah.

Per Jumat (6/11), sebanyak 15 peserta telah melalui tahap verifikasi lapangan. Selanjutnya, peserta akan diseleksi kembali untuk dapat mengikuti tahap penjurian final.

Nantinya, pemenang dari program Pilah Olah Sampah Heroes akan diberikan penghargaan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Acara penganugerahan akan dilangsungkan pada Selasa (10/11) mendatang.

(tim/har) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait