REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dan KH Miftachul Akhyar resmi terpilih memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 sebagai Ketua Umum (Rais Tanfidziyah) dan Rais Aam berdasarkan hasil Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Senin(31/8/2026) pagi.
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Buya Amirsyah Tambunan mengucapkan tahniah dan selamat semoga amanah yang diemban dapat menjadi wasilah untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Baca Juga- AHWA yang Membesar
- Akreditasi Unggul, Doktor Informatika UNM Serius Garap Riset Teknologi
- Laba BRI Tumbuh 17,5 Persen Jadi Rp31,2 Triliun hingga Juni 2026
"Saya berharap dengan pemimpin PBNU yang baru saat ini bisa menjadi lebih baik lagi ke depan dalam menjaga umat bangsa ke depan," kata Buya Amirsyah kepada Republika, Senin (31/8/2026)
Buya Amirsyah mengatakan, NU sebagai bagian dari ormas Islam yang berhimpun di Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam mengemban visi MUI untuk terciptanya kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang baik serta memperoleh ridha dan ampunan Allah SWT, yakni baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. - (Muhyiddin/Republika)
"Dan misi MUI diantaranya menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat secara efektif untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) KH Jeje Zaenudin menyambut gembira atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Syuriah dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU yang ke-35. Dia berharap agar keduanya dilindungi dan dirahmati oleh Allah SWT dalam menakhodai NU lima tahun ke depan.
"Kami berharap dan meyakini semoga dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz dapat terus menjaga NU semakin bersatu, solid, dan kuat serta membawa NU semakin besar kontribusinya dalam membangun kejayaan umat, bangsa, dan negara Indonesia yang maju berdaulat, adil, makmur dalam naungan ridha Allah SWT," kata Kiai Jeje kepada Republika, Senin (31/8/2026)
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika