JAKARTA -- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto merespons kabar 292 warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut bergabung menjadi militer Rusia. Agus menyampaikan sejumlah upaya Kementerian Imipas guna mencegah WNI bergabung dengan militer asing.
Agus menyatakan telah menggandeng Polri guna membongkar jaringan pemasok WNI ke Rusia. Tapi Agus tak merinci bagaimana hasil kerja sama itu. "Kita sudah dan sedang bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk mengungkap jaringan perekrut," kata Agus kepada Republika, Senin (2/11/2026).
Baca Juga- Ada 292 WNI yang Gabung Menjadi Tentara Rusia Berperang Lawan Ukraina
- WNI Jadi Tentara Rusia Tewas Ditembak Pasukan Ukraina di Donetsk
- Program Kuliah Gratis Dinilai Sangat Mungkin, JPPI Beri Beberapa Catatan Penting
Terkait tugas Kemenimipas, Agus mengaku menerjunkan anak buahnya guna melakukan penangkalan sejak di hulu. Agus mengendus WNI yang terjebak itu terkena iming-iming bekerja di sektor administrasi.
"Sementara di Bidang Keimigrasian melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa kami tugaskan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tidak tertipu daya dengan iming-iming menjadi relawan atau penugasan apapun yang tujuannya bisa bekerja kaitan dengan logistik tenaga administrasi dalam bentuk tawaran pekerjaan," ujar Agus.
Di hilirnya, Agus memastikan petugas Imigrasi melakukan pengecekan ketat mencegah WNI jadi tentara di Rusia. Sayangnya Agus tak mengonfirmasi maupun menepis kabar 292 WNI menjadi militer Rusia.
"Pada loket-loket pelayanan dokumen keimigrasian ada imbauan yang sama untuk mencegah WNI menjadi korban tipu daya," ucap Agus.
Sebelumnya, proyek "Saya Ingin Hidup" Ukraina telah menerbitkan daftar 292 warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut bergabung menjadi militer Rusia untuk berperang melawan Ukraina. Dalam laman Stoprussianrecruiters.org, terdapat 292 WNI yang menjadi tentara Rusia.
Dalam pernyataan yang menyertai daftar tersebut, proyek itu mengatakan, setidaknya 283 WNI pergi berperang dalam sembilan bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan tidak lebih dari 10 orang dalam tiga tahun sebelumnya. Mereka menyebut angka tersebut jauh dari lengkap dan memperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.
Proyek tersebut mengatakan, daftar warga asing di Angkatan Bersenjata Rusia mengonfirmasi apa yang mereka tulis sebelumnya pada musim panas ini, Rusia meningkatkan perekrutan pejuang di Asia Tenggara. Mereka menggambarkan peningkatan tajam dalam beberapa bulan terakhir dalam jumlah WNI yang menandatangani kontrak menjadi tentara Rusia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika