REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren pariwisata ramah Muslim (Muslim-friendly travel) menunjukkan pergerakan yang kian masif pada kuartal akhir 2026. Tren ini tidak hanya didorong oleh tingginya minat masyarakat untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci, tetapi juga oleh berkembangnya kebutuhan akan destinasi wisata halal (halal trip) di negara-negara non-Muslim, seperti China dan Jepang.
Fenomena ini ditangkap oleh pelaku industri agen perjalanan daring (online travel agent) sebagai potensi pasar baru yang sedang berkembang pesat. Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, mengungkapkan salah satu pergerakan paling signifikan saat ini terlihat pada tren ibadah umrah secara mandiri.
Baca Juga- Dikunjungi 17 Ribu Wisatawan, Masjid At-Thohir Perkuat Wisata Halal
- Lewat AMTF 2026, Astindo Hadirkan Pilihan Wisata Ramah Muslim ke Berbagai Destinasi Dunia
- Rupiah Melemah, Wisatawan Indonesia Beralih ke Destinasi Domestik
Menurutnya, kemudahan regulasi dan digitalisasi layanan menjadi pemicu utama meningkatnya minat masyarakat untuk mengatur perjalanan ibadah secara independen tanpa bergantung sepenuhnya pada paket tur konvensional. "Menariknya sekarang ada tren yang pelan-pelan mulai tumbuh, yaitu umrah mandiri. Umrah mandiri ini sesuatu yang menarik karena untuk umrah sekarang sudah tidak seribet dulu," ujar Gaery dalam acara jumpa pers Online Tiket Week Harga Gledek, di kantor Tiket.com, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Gaery menjelaskan kemudahan aksesibilitas ini berdampak langsung pada cara konsumen mencari informasi dan memesan kebutuhan perjalanan. Meskipun membutuhkan penanganan administratif khusus, seperti pengurusan visa spesifik dan dokumen pendukung lainnya, minat masyarakat terhadap umrah mandiri ini terus mencatatkan pertumbuhan positif.
Melihat tingginya permintaan pasar terhadap tren umrah mandiri, Tiket.com mulai menyesuaikan infrastruktur layanan digital guna mengakomodasi kebutuhan edukasi serta literasi perjalanan bagi wisatawan Muslim.
"Sekarang sudah sangat mudah, tetapi masyarakat harus mencari informasinya terlebih dahulu supaya jangan sampai salah. Makanya di Tiket.com sendiri, kita mulai memberikan informasi lebih untuk umrah mandiri, baik di media sosial maupun di dalam aplikasi. Sekarang sudah ada tempat tersendiri di Tiket.com untuk mencari informasi tersebut," kata Gaery.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika