Nasional

Usut 464 Kasus Migas, Kapolri Klaim Selamatkan Rp756 M Uang Negara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan penyelamatan uang negara Rp756 miliar dari 464 kasus migas. Upaya Polri juga jaga stabilitas harga bahan pokok.

1 Juli 2026, pukul 06:52 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum Kriminal Usut 464 Kasus Migas, Kapolri Klaim Selamatkan Rp756 M Uang Negara CNN Indonesia Rabu, 01 Jul 2026 13:52 WIB Bagikan: url telah tercopy Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp756 miliar lewat penindakan terhadap 464 kasus tindak pidana migas. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S) Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp756 miliar lewat penindakan terhadap 464 kasus tindak pidana migas.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya di depan Presiden Prabowo Subianto pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7).

Lihat Juga :Pesan Prabowo di HUT Bhayangkara: Layani Rakyat hingga Kuasai AI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sigit mengklaim sepanjang tahun 2026, total sudah ada 464 kasus tindak pidana terkait energi yang diungkap oleh Korps Bhayangkara. Ia menyebut sebanyak 594 pelaku kejahatan juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Serta menyita berbagai barang bukti seperti 669 ribu liter solar, 80 ribu liter pertalite, hingga 30 ribu unit LPG berbagai ukuran," tuturnya.

"Dengan estimasi penyelamatan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 756 miliar," imbuhnya.

Ia menyebut salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap yakni penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter biosolar bersubsidi. Adapun barang bukti dalam kasus itu betupa 1 kapal tanker, 2 unit kapal SPOB, dan 7 truk transportir.

Di sisi lain, Sigit mengatakan Satgas Pangan Polri juga beperan penting dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, memutus rantai distribusi yang merugikan petani seperti tengkulak.

Lihat Juga :Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno

Sehingga, kata dia, dapat menjaga harga jual di tingkat petani, serta mengungkap berbagai tindak pidana terkait komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, LPG dan BBM bersubsidi.

"Salah satu upaya yang dilakukan yaitu klarifikasi 173 perusahaan kelapa sawit yang terindikasi membeli tandan buah segar dengan harga tidak wajar," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga membeberkan upaya mewujudkan swasembada energi dengan cara menghemat penggunaan energi di lingkungan kantor hingga pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri.

"Guna mewujudkan swasembada energi, Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor, pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri," ujarnya.

(tfq/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait