REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila dikabarkan menganiaya dan melecehkan sekretaris pribadi (sekpri) berinisial R. Kabar itu beredar luas di media sosial. Namun, R membantah narasi di medsos jika dia menjadi korban pelecehan dan penganiayaan.
Dugaan kasus pelecehan dan penganiayaan tersebut diduga terjadi pada 17 Agustus tahun 2026. Korban pun membantah kabar tersebut. "Tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan," ucap dia, Kamis (22/82/2026).
Baca Juga- Mahasiswa di Bandung Dijambret, Laptop Rp6 Juta Raib
- Berkas Korupsi Kredit BPR Bank Cirebon Dilimpahkan ke PN Bandung, 3 Mantan Pejabat Segera Disidang
- Sudah Terima Kompensasi Tapi Masih Nekat Jualan, Pedagang Jalur Subang-Bandung Ditertibkan Satpol PP
R melanjutkan dipastikan tidak ada insiden apa pun yang menimpanya. Karena itu, R meminta seluruh pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
"Kami minta jangan sebarkan informasi dan rumor yang belum jelas," kata dia.
Sebelumnya, beredar di media sosial R diduga menjadi korban Penganiayaan dan Penyekapan Wabup Sumedang. Dugaan penganiayaan tersebut diduga melibatkan banyak pihak. Bahkan informasinya korban sudah melapor ke Polda Jawa Barat.
Ikuti Whatsapp Channel Republika