REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mendorong agar pondok pesantren (ponpes) yang memiliki dua hingga tiga ribu santri dapat memiliki dan mengelola dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Menurutnya, hal itu dapat memberdayakan ponpes.
"Soal MBG, ini justru pondok pesantren yang punya santri sampai tiga ribu akan dikasih prioritas untuk dapur sendiri. Ini kami mohon nanti MBG yang ke para santri, terutama madrasah, lingkungan pondok pesantren, untuk didata," ungkap Abdul saat melakukan kunjungan kerja ke Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga- Bara Puan Memasak di Kantor Gubernur Jateng, Cara Ibu-Ibu Mengkritik MBG
- Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Bupati-Wali Kota di Jateng Antisipasi Musim Kemarau Panjang
- Wagub Jateng Perintahkan SPPG Beli Bahan Baku MBG di Bawah HAP Diselidiki
Saat diwawancara seusai memimpin rapat, Abdul mengatakan, saat ini setiap SPPG biasanya melayani hingga tiga ribu penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Jadi kalau memang pondok pesantren itu punya 2.500 atau 3.000 santri, pondok pesantren itu bisa untuk memperbaiki dapur yang sudah ada menjadi dapur yang lebih bagus untuk memberikan nilai manfaat kepada pondok pesantren tersebut," ucapnya seusai
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika