Nasional

20 Turis Israel Ketahuan Maling Barang Dagangan di Lombok

LOMBOK — Sekitar 20 perempuan warga negara Israel yang tengah berwisata di Indonesia dituding terlibat pencurian barang dagangan di Pulau Gili Meno, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perselisihan itu berakhir...

27 Oktober 2026, pukul 23:36 WIB · dibaca 0 kali

LOMBOK — Sekitar 20 perempuan warga negara Israel yang tengah berwisata di Indonesia dituding terlibat pencurian barang dagangan di Pulau Gili Meno, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perselisihan itu berakhir dengan pembayaran 3.000 dolar AS atau sekitar Rp50 juta kepada para pemilik toko setempat.

Laporan Ynet News menyebut, rombongan tersebut sedang mengikuti perjalanan wisata terorganisasi selama dua pekan. Insiden terjadi pada Jumat, ketika mereka mengunjungi sejumlah toko di Gili Meno dengan didampingi seorang pemandu lokal.

Baca Juga

Beberapa jam setelah kunjungan itu, seorang pemilik toko berkewarganegaraan Jerman menuduh para wisatawan mengambil sejumlah barang, termasuk cincin, parfum, dan pakaian renang. Pemilik toko lainnya kemudian menyampaikan tuduhan serupa.

Menurut keterangan para wisatawan kepada Ynet, pemilik toko pada awalnya tidak menunjuk seorang tersangka secara spesifik. Sebaliknya, seluruh rombongan yang berasal dari Israel dituduh melakukan pencurian.

Tuduhan tersebut kemudian menyebar di media sosial. Sejumlah pemilik toko mengunggah gambar dari kamera pengawas ke sebuah grup Facebook lokal dan meminta warga membantu mengidentifikasi para wisatawan yang dicurigai.

Perselisihan meningkat ketika aparat setempat bersama para pemilik toko mendatangi penginapan rombongan dan memeriksa barang bawaan mereka.

Tangkapan layar CCTV menunjukkan konfrontasi turis Israel dengan penjaga toko di Gili Meno, NTB, setelah kedapatan mengutil, Jumat (24/10/2026). - (instagram)

Para wisatawan meminta pemeriksaan difokuskan pada perempuan yang diduga terekam melakukan pencurian. Namun, menurut laporan tersebut, aparat menilai kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain belum dapat dikesampingkan.

Para wisatawan mengaku pemeriksaan itu membuat mereka merasa dipermalukan. Mereka juga mengatakan, pemeriksaan barang bawaan hanya menemukan kotak lipstik kosong.

Sebelum pemeriksaan selesai, seorang pemilik toko menawarkan penyelesaian dengan pembayaran antara 2.000 hingga 6.000 dolar AS. Kedua pihak akhirnya menyepakati pembayaran 3.000 dolar AS.

Para wisatawan mengklaim pembayaran itu dilakukan agar perselisihan tidak semakin meluas dan mereka bisa meninggalkan pulau tersebut. Mereka juga mengaku khawatir akan ditangkap jika persoalan berlanjut.

Namun, perempuan yang secara khusus dituding melakukan pencurian menolak ikut membayar. Ia membantah mengambil barang apa pun dan menyebut tuduhan tersebut sebagai rekayasa.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait