Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim tiga provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) alami hujan setelah adanya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Ketiga provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, Riau, dan Sumatera Selatan.
"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca per tanggal 26 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, ada tiga provinsi yang melakukan operasi OMC ini karena mengingat adanya bibit-bibit awan di atmosfir," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Kamis (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :BPBD Sebut Titik Hotspot Karhutla 3 Provinsi di Sumatra MenurunDi Riau, OMC dilakukan selama lebih dari tujuh jam dengan 4 sorti dan total bahan semai sebanyak 4.000 kg.
"OMC yang ada di provinsi Riau ini berhasil membuat hujan jadi hujan terjadi di intensitas ringan sampai sedang di beberapa wilayah seperti Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Rokan Hulu," jelas Berton.
Operasi ini juga dilakukan di Sumatera Selatan selama lebih dari satu jam dengan satu sorti dan 1.000 kg bahan semai. Operasi ini dilaporkan menghasilkan hujan dengan intensitas ringan di Palembang.
Lalu, OMC dilakukan pula di Kalimantan Barat selama lebih dari empat jam dengan dua sorti. Sebanyak 2.000kg bahan semai digunakan dalam operasi ini.
Lihat Juga :Karhutla Masih Kepung Kotawaringin Barat Kalteng, Kasus ISPA Melonjak"Telah terjadi hujan di beberapa wilayah, ada di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Pontianak, Kubu Raya, Sanggarau, Sekadau, dan Sintang, serta Kapuas Hulu," katanya.
Namun, Operasi Modifikasi Cuaca dilaporkan belum dapat dilakukan di tiga provinsi prioritas karhutla lainnya.
"Di tempat-tempat lain, di Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, maupun Jambi belum bisa dilakukan mengingat belum ditemukannya titik-titik awan," jelas Berton.