Nasional

401.586 Warga Kena Infeksi Saluran Pernapasan Imbas Karhutla

Kementerian Kesehatan mencatat 401.586 kasus ISPA akibat karhutla. Kelompok rentan, termasuk anak dan lansia, paling terdampak.

4 November 2026, pukul 12:52 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa 401.586 Warga Kena Infeksi Saluran Pernapasan Imbas Karhutla CNN Indonesia Rabu, 04 Nov 2026 19:52 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Kasus ISPA imbas karhutla serang anak dan lansia, (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 401.586 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) secara kumulatif yang tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan bahwa jumlah tersebut sudah termasuk penambahan sebanyak 3.906 kasus baru berdasarkan data pemantauan per 2 November 2026 sore pukul 16.00 WIB.

Adapun kelompok rentan mendominasi catatan pemantauan kesehatan, yang meliputi 91.913 kasus pada anak usia balita (0-5 tahun), 87.704 kasus pada anak usia 6-9 tahun, serta 56.092 kasus pada kelompok lansia di atas 60 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap pemantauan kesehatan bagi 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, dan 8.086 pekerja luar ruangan yang rentan terpapar polusi udara.

Lihat Juga :Awal Mula Terbongkarnya Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

"Secara demografis, wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar mencakup Kota Banjarbaru (Kalsel), Pekanbaru (Riau), dan Pontianak (Kalbar)," kata dia mengutip Antara, Rabu (4/11).

Widyawati memaparkan bahwa dinamika kasus di sejumlah daerah menunjukkan fluktuasi, namun di Provinsi Riau, sempat terjadi lonjakan kasus dengan puncak mencapai sekitar 23 kasus dalam satu hari.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, di Kalimantan Barat, kasus harian sempat mencatat angka tertinggi hingga enam kasus. Adapun di Kalimantan Selatan, jumlah kasus tercatat antara 0 - 4 kasus per hari di fasilitas layanan kesehatan.

"Paparan asap dan partikel debu juga menyebabkan iritasi pada mata, karena itu masyarakat diimbau untuk menghindari paparan asap dan tidak menggosok mata ketika terasa perih atau gatal," ujar Widyawati.

Lihat Juga :Mahfud soal Penyadapan Prabowo: Kejahatan Terbesar dalam Sejarah Polri

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya juga memastikan dukungan oksigen yang mudah diakses oleh pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Misalnya, untuk di Riau ada 10 rumah oksigen yang disiapkan.

"Perhatian kami sebenarnya bukan semata-mata jumlah dari rumah oksigen saja yang tersedia, melainkan juga bagaimana memastikan dukungan oksigen tersebut dapat diakses masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi pasien-pasien yang terganggu pernapasannya," kata dia.

Lihat Juga :Massa Turunkan Foto Wapres Gibran di Ruang Kantor DPRD DIY

(tim/dal) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait