Nasional

Aceh Barat Uji Tanda Tangan Elektronik di RSUD Meulaboh Bersama BSSN

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH, – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominsa) menggelar uji penerapan modul tanda tangan elektronik (TTE) pada sistem informasi manajemen di Rumah Sakit...

21 Oktober 2026, pukul 21:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH, – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominsa) menggelar uji penerapan modul tanda tangan elektronik (TTE) pada sistem informasi manajemen di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan kesiapan sistem sebelum diterapkan penuh.

Kepala Diskominsa Kabupaten Aceh Barat, Dedi Mulianda, menyatakan bahwa uji penerapan ini merupakan tahapan krusial untuk memvalidasi kesiapan dan kesesuaian modul TTE dalam pengelolaan dokumen rekam medis elektronik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan kualitas tata kelola layanan kesehatan.

Keamanan dan Akuntabilitas Dokumen Elektronik

Dedi Mulianda menjelaskan, penerapan tanda tangan elektronik pada dokumen rekam medis tidak sekadar digitalisasi dokumen. Lebih dari itu, inisiatif ini merupakan upaya membangun sistem pelayanan yang lebih efektif, efisien, aman, dan akuntabel. Pemanfaatan TTE tersertifikasi dinilai strategis untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan digital.

"Ke depan, pemanfaatan teknologi digital harus mampu memberikan nilai tambah bagi pelayanan masyarakat," ujar Dedi di Meulaboh, Rabu. Ia menekankan bahwa setiap sistem yang diterapkan wajib memenuhi aspek keamanan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, sehingga transformasi digital benar-benar memberikan manfaat nyata bagi publik.

Alur Uji Penerapan dan Komitmen Penyempurnaan

Dalam sesi uji penerapan, Tim RSU CND Meulaboh memaparkan proses bisnis dan alur penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Generik Open Source (SIMGOS). Paparan mencakup proses penginputan data, pengelolaan dokumen rekam medis elektronik, hingga tahapan pembubuhan tanda tangan elektronik. Hal ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai mekanisme penerapan TTE.

Sementara itu, Tim BSrE BSSN memberikan penjelasan terkait prosedur, persyaratan, serta aspek teknis yang harus dipenuhi. Mereka juga memberikan masukan terhadap alur sistem guna memastikan penerapan TTE pada SIMGOS memenuhi standar yang dipersyaratkan. Melalui uji ini, Diskominsa Aceh Barat dan RSUD Cut Nyak Dhien berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem agar implementasi berjalan aman dan andal.

Penerapan tanda tangan elektronik ini diharapkan tidak hanya mendukung efisiensi administrasi rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan pelayanan publik yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait