REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan mengevaluasi penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan di kawasan Timur Tengah. Keputusan apakah turnamen tetap berlangsung sesuai jadwal atau ditunda akan dibahas dalam pertemuan Dewan AFC di Bangkok, Thailand pada November mendatang.
AFC sebelumnya menegaskan Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah Piala Asia 2027. Kepastian itu disampaikan melalui rapat khusus Komite Eksekutif AfC yang digelar di Tokyo, Jepang pada 20 Oktober 2026.
Baca Juga- Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026, Menpora Apresiasi Prestasi Atlet
- Buntut Ricuh, Suporter Persija Dilarang Hadiri Laga Tandang Macan Kemayoran Selama Setengah Musim
- Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora Percepat Transformasi dan Ukir Prestasi Olahraga
Menurut laporan Sports Chosun yang mengutip Tencent, rapat tersebut juga membahas kemungkinan pemindahan lokasi turnamen ke negara lain. Namun, para pejabat AFC dan perwakilan asosiasi sepak bola menilai sulit menyiapkan alternatif tuan rumah mengingat waktu persiapan yang semakin terbatas.
Dengan keputusan tersebut, Piala Asia 2027 untuk sementara tetap dijadwalkan berlangsung pada 8 Januari hingga 5 Februari 2027. Timnas Indonesia merupakan salah satu kontestan yang ambil bagian pada turnamen tersebut.
Media Arab Saudi, Al Ekhbariya, melaporkan pertandingan pembuka akan mempertemukan tuan rumah Arab Saudi dengan Palestina dalam laga Grup A pada 8 Januari 2027. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung di Stadion King Fahd Sports City, Riyadh. Stadion yang sama juga direncanakan menjadi lokasi pertandingan final.
Meski demikian, situasi keamanan menjadi perhatian serius menjelang turnamen sepak bola terbesar di Asia tersebut. Kekhawatiran meningkat setelah serangan rudal yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman dilaporkan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 11 Oktober 2026.
Laporan tersebut menyebut serangan itu menimbulkan lebih dari 400 korban jiwa. Ancaman Houthi terhadap fasilitas minyak dan pangkalan udara Arab Saudi, serta potensi aksi balasan negara kerajaan itu, turut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Situasi semakin rumit karena Timur Tengah masih terdampak ketegangan dan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai jaminan keamanan bagi pemain, ofisial, suporter, dan seluruh delegasi negara peserta Piala Asia.
Di tengah kekhawatiran tersebut, pemerintah Arab Saudi dan AFC masih menyatakan keyakinan bahwa turnamen dapat diselenggarakan sesuai rencana.
Komite Penyelenggara Piala Asia Arab Saudi menegaskan, persiapan terus berjalan. Mereka menyatakan stadion, fasilitas pendukung, dan layanan penyelenggaraan telah disiapkan untuk menyambut seluruh peserta.
Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan situasi hingga akhir November. Dalam wawancara dengan France 24, ia mengatakan persiapan turnamen masih berjalan sesuai jadwal.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa AFC belum mengambil keputusan final terkait kemungkinan penundaan. Perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akan menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum keputusan ditetapkan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika