REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Tiga tahun perang genosida Israel di Jalur Gaza tidak memadamkan semangat perjuangan Palestina untuk menyerukan boikot terhadap Israel dan penerapan sanksi terhadap negara tersebut.
Seruan itu juga ditujukan kepada pihak-pihak yang mendukung Israel di seluruh dunia, terutama dalam bidang militer, termasuk perusahaan, restoran, dan berbagai institusi lainnya.
Baca Juga- Saat Imam Al-Bukhari, Al-Maturidi, dan Al-Naqsyabandi ‘Menang’ Atas Uni Soviet
- Bagaimana China Manfaatkan Perang Iran dan Terkurasnya Kekuatan Militer Amerika Serikat?
- 6 Sifat dan Amalan yang Pelakunya Dijanjikan Surga Oleh Allah SWT, Tetapi dengan Syarat..
Selama bertahun-tahun, khususnya sejak dimulainya agresi Israel yang terus berlangsung di Gaza serta meningkatnya serangan permukiman ilegal yang didukung militer dan pemerintah pendudukan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi terhadap Israel atau Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) telah mencapai sejumlah hasil nyata, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Koordinator Umum Gerakan BDS, Mahmoud Nawajaa, mengatakan bahwa tekanan masyarakat, terutama melalui kampanye boikot, penarikan investasi, dan penerapan sanksi, telah membuktikan kemampuannya untuk mendorong perubahan nyata yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Menurut Nawajaa, dalam beberapa tahun terakhir, gerakan BDS bersama mitra-mitranya di seluruh dunia berhasil membuat perusahaan-perusahaan besar yang terlibat dalam praktik yang dianggap mendukung Israel menanggung konsekuensi yang sangat besar atas keterlibatan mereka dalam “kejahatan Israel dan upaya meraup keuntungan dari penindasan terhadap bangsa-bangsa kami”.
Nawajaa mencontohkan peristiwa yang baru-baru ini terjadi di wilayah Üsküdar, Turki. Saat itu, pemerintah setempat merespons tekanan masyarakat dengan menutup gerai McDonald’s di wilayah tersebut.
Dalam wawancara dengan Aljazeera, dikutip Rabu (14/10/2026), Nawajaa menegaskan bahwa selain menekan perusahaan-perusahaan yang dianggap terlibat dalam pendanaan genosida dan pengiriman paket makanan untuk militer pendudukan Israel, gerakan BDS bersama mitra-mitranya di seluruh dunia kini memainkan peran penting dalam memperparah isolasi terhadap rezim kolonial Israel yang disebutnya melakukan genosida, serta berbagai institusi yang mendukung kejahatan tersebut.
المنسق العام لحركة مقاطعة إسرائيل (BDS) يتحدث للجزيرة عن جدوى حراك المقاطعة وأهداف حملاتها، فما نتائجها على الأرض؟ #رقمي https://t.co/biTeMHKCgY
— الجزيرة فلسطين (@AJA_Palestine) October 13, 2026
Menurutnya, tekanan itu berlangsung dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dan mencakup berbagai sektor.
Sejumlah perkembangan yang ia sebutkan antara lain terhambatnya pengiriman persenjataan, penarikan investasi dalam jumlah besar oleh sejumlah dana investasi, penerapan sanksi terbatas oleh beberapa pemerintah, serta pemutusan hubungan akademik dengan Israel oleh puluhan universitas.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika