Nasional

Asap Karhutla Pekat, Sekolah di Pontianak Masih Online Pekan Depan

Pemkot Pontianak perpanjang sekolah daring akibat kabut asap dari karhutla.

30 Agustus 2026, pukul 10:35 WIB · dibaca 4 kali

Nasional Peristiwa Asap Karhutla Pekat, Sekolah di Pontianak Masih Online Pekan Depan CNN Indonesia Minggu, 30 Agu 2026 17:35 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Karhutla masih kepung Pontianak Kalbar. (Istimewa via Detik.com) Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masih memberlakukan sekolah secara daring hingga sepekan ke depan imbas kabut asap yang masih pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Barat (Kalbar).

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengutip Antara, Minggu (30/8).

Kebijakan sekolah secara daring untuk tingkat TK, SD, dan SMP itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA yang semakin meningkat setiap harinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," ujar Edi.

Lihat Juga :3 Provinsi Dikepung Karhutla Diguyur Hujan, BNPB Klaim Hasil OMC

Meskipun sejumlah kegiatan diliburkan, ia memastikan pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan.

"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," ujarnya.

Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi darurat asap dan menyiapkan langkah penanganan untuk melindungi masyarakat.

"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tuturnya.

Lihat Juga :Kemendikdasmen: Beli Masker Bisa Pakai Dana BOS di Wilayah Karhutla

Sementara itu, salah satu guru SD di Pontianak Diana Cristy Nainggolan mengaku sejak sekolah diliburkan selama dua pekan akibat karhutla, membuat aktivitas kegiatan belajar mengajar tidak efektif.

"Aktivitas belajar jadi sangat terbatas, dan kurang efektif. Kita berharap Kota Pontianak dan sekitarnya segera hujan secara merata, dan pemerintah daerah juga dapat lebih memperkuat penanganan karhutla agar aktivitas dapat berjalan kembali normal," kata dia.

Orang tua murid, Ridha menyambut baik kebijakan yang masih diperpanjang karena udara saat ini masih berbahaya karena kabut asap yang pekat.

"Tentu khawatir kabut asap ini yang masih pekat. Anak memang di rumah saja selama ada kabut asap," kata dia.

Kebijakan memperpanjang sekolah secara daring juga berlaku untuk tingkat SMA, dan sesuai surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta se-Kalimantan Barat tertanggal 29 Agustus 2026.

Setidaknya, dalam Agustus 2026 proses pembelajaran secara daring karena adanya kabut asap, sudah berlangsung selama tiga pekan.

Lihat Juga :Gubernur Kalteng Minta Warga Laporkan Pembakar Hutan, Hadiah Rp5 Juta

(tim/dal) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait