Nasional

Atlet Jatim Pecahkan 2 Rekor Asia, Sumbang 13 Medali untuk RI

JAKARTA -- Atlet-atlet Jawa Timur menunjukkan kemampuan bersaing di level tertinggi olahraga disabilitas Asia. Sembilan atlet asal provinsi tersebut menyumbangkan 13 medali bagi kontingen Indonesia dalam Asian Para Games 2026...

25 Oktober 2026, pukul 11:09 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA -- Atlet-atlet Jawa Timur menunjukkan kemampuan bersaing di level tertinggi olahraga disabilitas Asia. Sembilan atlet asal provinsi tersebut menyumbangkan 13 medali bagi kontingen Indonesia dalam Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Dua rekor Asia yang ditorehkan perenang Maulana Rifky Yavianda semakin menegaskan besarnya kontribusi Jawa Timur bagi Merah Putih.

Dari 13 medali yang dikumpulkan, dua di antaranya merupakan emas, lima perak, dan enam perunggu. Prestasi tersebut berasal dari empat cabang olahraga, yakni para renang, para panahan, para atletik, dan para bulu tangkis, berdasarkan rekapitulasi Komite Paralimpiade Indonesia (NPCI) Jawa Timur per Sabtu (24/10/2026) pukul 08.00 WIB.

Baca Juga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Indonesia dalam kompetisi olahraga tingkat Asia tersebut. Ia memberikan perhatian khusus kepada Maulana Rifky Yavianda yang mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia.

"Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Maulana Rifky Yavianda yang telah mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Ini adalah kebanggaan Jawa Timur untuk Merah Putih. Terima kasih telah mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia," ujar Khofifah di Surabaya, Ahad (25/10/2026).

Maulana Rifky, Dua Emas dan Dua Rekor Asia

Maulana menjadi salah satu atlet paling menonjol dalam kontingen Jawa Timur. Perenang tersebut memborong empat medali, masing-masing dua emas dan dua perak, sekaligus mencatatkan dua rekor Asia dari nomor berbeda.

Rekor pertama ditorehkan pada nomor 50 meter gaya bebas putra S13 dengan catatan waktu 30,31 detik. Rekor berikutnya tercipta pada nomor 100 meter gaya punggung putra S12 setelah Maulana membukukan waktu 1 menit 3,07 detik.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Maulana tidak hanya diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang. Ia juga berhasil menghasilkan pencapaian waktu yang dilaporkan sebagai rekor Asia, sebuah capaian penting dalam kompetisi yang mempertemukan para atlet terbaik dari berbagai negara.

Medali emas pertama Indonesia dipersembahkan Maulana melalui nomor 100 meter gaya bebas putra S12 pada Senin (19/10/2026). Sehari kemudian, ia kembali naik ke podium tertinggi setelah memenangkan nomor 100 meter gaya punggung putra.

Dua kemenangan dalam dua hari berurutan memperlihatkan kemampuan Maulana mempertahankan performa di tengah jadwal pertandingan yang padat. Keberhasilannya juga memberikan momentum penting bagi kontingen Indonesia dalam perburuan medali.

Khofifah menilai pencapaian Maulana merupakan hasil proses panjang yang menuntut kedisiplinan, konsistensi latihan, dan ketangguhan mental.

"Di balik medali emas ini ada latihan yang konsisten, kerja keras, dan ketangguhan menjaga fokus dalam pertandingan. Rifky telah menunjukkan kualitasnya untuk bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia. Semangat dan kesungguhan seperti inilah yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda," katanya.

Panahan Torehkan Sejarah, Atlet Jatim Tambah Medali

Prestasi penting juga datang dari cabang para panahan melalui Ken Swagumilang. Bersama Arif Firmansyah, Ken meraih medali perak nomor ganda putra compound.

Menurut data yang disampaikan NPCI Jawa Timur, pencapaian tersebut menjadi medali perak pertama Indonesia dari nomor itu sepanjang keikutsertaan dalam Asian Para Games.

Ken belum berhenti menyumbangkan medali. Ia kembali meraih perak ketika berpasangan dengan Teodora Audi Ayudia Ferelly pada nomor beregu campuran compound.

Dua medali perak dari Ken memperlihatkan kemampuan atlet Indonesia bersaing pada nomor beregu yang menuntut ketepatan teknik sekaligus koordinasi antarpemanah. Dalam pertandingan semacam ini, konsistensi setiap anggota tim menjadi faktor penting karena hasil akhir ditentukan oleh penampilan bersama.

Dari cabang para renang, Mutiara Cantik Harsanto turut menyumbangkan medali perak pada nomor 100 meter gaya dada putri SB9. Ia juga memperoleh perunggu melalui nomor estafet campuran 4 x 100 meter gaya ganti 34 poin bersama Zahra Nur Azizah.

Sementara itu, cabang para atletik menghadirkan dua medali perunggu melalui Nanda Mei Sholihah. Ia meraih podium ketiga pada nomor 100 meter dan 200 meter putri T47.

Kemampuan Nanda merebut medali dalam dua nomor sprint memperlihatkan kontribusinya pada nomor-nomor yang menuntut kecepatan, teknik, dan konsistensi sejak start hingga garis finis.

Dua perunggu lainnya dipersembahkan Khalimatus Sa'diyah dari cabang para bulu tangkis. Ia meraih medali pada nomor ganda putri SL3-SU5 dan tunggal putri SL4.

Perolehan medali dari beberapa cabang olahraga tersebut menjadi gambaran bahwa kekuatan atlet disabilitas Jawa Timur tidak bertumpu pada satu nomor pertandingan. Kontribusi muncul dari cabang individu maupun beregu, dengan karakter persaingan dan kebutuhan pembinaan yang berbeda.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait