REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran bersiap untuk meluncurkan senjata baru yang disebut sebagai 'bapak dari segala bom'. Demikian disampaikan seorang juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu, sebagaimana dilaporkan Anadolu dan dilansir Middle East Monitor.
“Kami sedang dalam tahap persiapan untuk meluncurkan ‘bapak dari segala bom.’ Ini adalah sesuatu yang baru bagi pihak musuh,” ujar Hossein Mohebi dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Iran, Young Journalists Club.
Baca Juga- Perubahan Definisi Korupsi yang Diusulkan Luhut Dinilai Salah Kaprah, Ini Argumentasi Ahli Pidana
- Menlu RI Ingatkan Warga Indonesia tak Ikut-Ikut Demonstrasi di Eropa
- Kartel Narkoba Gunakan Drone Tempur, Keahlian Perang Ukraina Jadi Sorotan
Ia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai senjata tersebut.
Pada Jumat, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast—yang juga dikenal sebagai “ibu dari segala bom”—untuk menyasar fasilitas nuklir Iran.
Dengan bobot sekitar 9.800 kilogram (21.600 pon), GBU-43/B merupakan salah satu bom konvensional non-nuklir terbesar dalam persenjataan AS.
Bom ini pertama kali digunakan pada April 2017, selama masa jabatan pertama kepresidenan Trump, untuk menyerang kompleks terowongan milik organisasi teroris ISIS (Daesh) di Afghanistan.
Lihat postingan ini di InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika