REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania sebagai balasan atas serangan militer AS di Pulau Larak.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis berbagai kantor berita Iran, IRGC menyebutkan bahwa operasi gabungan rudal dan pesawat nirawak (drone) bertajuk "Hukuman bagi Agresor" tersebut berhasil menghantam Pangkalan King Hussein dan Al Azraq.
Baca Juga- Kembali Hadir di Surabaya, Totem Pavilion 2026 Perkenalkan Inovasi Terbaru IN16 Series
- Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031
- AS Kembali Serang Iran, IRGC Diprediksi Balas Serang Pasukan Amerika di Yordania
IRGC mengklaim serangan itu telah memporak-porandakan sarana vital pangkalan militer musuh. "Serangan ini menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penyiapan jet tempur musuh," bunyi pernyataan resmi IRGC.
IRGC menambahkan bahwa operasi tersebut menimbulkan kerusakan signifikan. Pihak Garda Revolusi juga menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan wilayah strategis kawasan dari ancaman luar.
"Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam upayanya melemahkan kendali Republik Islam atas Selat Hormuz. Setiap serangan akan dibalas dengan respons yang jauh lebih menghancurkan," tegas IRGC.
Rudal yang diluncurkan IRGC (Ilustrasi). EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES - ( EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika