REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI sekaligus Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menilai analogi "patahan sejarah" yang dikaitkan dengan kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 sebagai analisis yang ahistoris. Kawendra menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah sehingga dia bersama Partai Gerindra akan tetap fokus mengawal pemerintahan hingga menjalankan program-programnya.
“Pemerintahan Presiden Prabowo berdiri di atas fondasi konstitusi dan mandat rakyat yang sah. Analogi 'patahan sejarah' yang mempercepat usianya pemerintahan adalah bentuk analisis latar yang ahistoris," kata Kawendra dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Baca Juga- Idrus Marham : Pernyataan Budi Arie Bisa Adu Domba Jokowi dengan Prabowo
- Singgung Masa Kepemimpinan Prabowo, Budi Arie: Saya Minta Maaf, Ini tak Ada Kaitan dengan Jokowi
- Budi Arie Sebut 'Percepatan Politik' Sebelum Pemilu 2029, PKS Ikut Merespons
Pernyataan tersebut disampaikan Kawendra merespons pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan dinamika politik bergerak lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029. Dalam video yang beredar, Budi Arie menggunakan istilah "patahan sejarah" ketika membahas kemungkinan perubahan dinamika politik tersebut.
Menurut Kawendra, pemerintahan tidak semestinya dinilai berdasarkan spekulasi mengenai perubahan politik yang belum tentu terjadi. Ia memastikan Gerindra tetap mendampingi Presiden Prabowo dalam menjalankan mandat pemerintahan.
"Dan kami di Gerindra fokus mengawal Presiden Prabowo bekerja keras dengan segala daya upayanya, dan pasti akan terus membersamai beliau," ujarnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara