REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Kota Bekasi kini memiliki Museum Genosida bertajuk The Unbreakable Story of Palestine.
Museum yang diresmikan lembaga filantropi Qudwah Indonesia pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi sarana edukasi sejarah visual untuk mengenalkan perjuangan rakyat Palestina kepada masyarakat luas.
Baca Juga- Kemiripan yang Mencurigakan: Benarkah Max Weber Plagiasi Ide Sarjana Muslim Al-Biruni?
- 12 Kisah Singkat Ini Ungkap Cara Umar Bin Khattab Jauhkan Kepentingan Keluarga dari Kekuasaan
- 6 Sifat dan Amalan yang Pelakunya Dijanjikan Surga Oleh Allah SWT, Tetapi dengan Syarat..
Peresmian museum tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-9 Qudwah Indonesia.
Selain museum, lembaga ini juga menggelar gelar wicara interaktif melalui podcast yang membahas perjuangan Palestina, dinamika filantropi, serta pentingnya membangun pemahaman generasi muda terhadap isu kemanusiaan.
Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengatakan, edukasi mengenai Palestina perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, agar pemahaman tentang Palestina dapat menjangkau generasi muda.
"Bagaimana membangun kekuatan pemahaman, bagaimana pentingnya mendukung. Bahkan kami secara bersama dengan stakeholder secara masif memasukkan kurikulum kepalestinaan ke dalam ajaran (sekolah)," ujar Lukman saat berbincang dalam Podcast Titik Tengah, Rabu (14/10/2026).
Dia juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan Qudwah Indonesia yang berawal dari kegiatan di tingkat lokal hingga berkembang dan menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri.
"Alhamdulillah, ternyata dari kiprah yang hanya di Kota Bekasi, dari supporting konser saja, menjadi lembaga yang kiprahnya diakui di Kota Bekasi, Jawa Barat, bahkan sudah menjalin kerja sama dengan mancanegara," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan jurnalis internasional Anadolu, Pizarro Gozali, menyoroti perubahan lanskap informasi mengenai Palestina.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika