Nasional

Bendahara Gembong Narkoba 'Escobar Indonesia' Ditangkap di Malaysia

Bareskrim Polri menangkap bendahara gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama, Frans Antoni di Malaysia.

19 Juni 2026, pukul 09:00 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum Kriminal Bareskrim Tangkap Bendahara Gembong Narkoba Fredy Pratama di Malaysia CNN Indonesia Jumat, 19 Jun 2026 16:00 WIB Bagikan: url telah tercopy Bareskrim Polri menangkap bendahara gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama, Frans Antoni di Malaysia. CNN Indonesia/ Taufiq Hidayatullah Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri menangkap bendahara gembong narkoba jaringan internasional Fredy Pratama, Frans Antoni di Malaysia.

Penangkapan itu dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso. Adapun Frans ditangkap bersama istrinya oleh penyidik Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Pantauan CNNIndonesia.com, keduanya tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.35 WIB. Mereka bungkam tidak menjawab satupun pertanyaan yang dilayangkan oleh awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya betul Frans Antoni ditangkap," ujar Eko kepada wartawan, Jumat (19/6).

Lihat Juga :2 Polisi Terlibat Narkoba Freddy, Disogok saat Masih Calon Perwira

Penangkapan Frans menjadi babak baru dalam pengejaran jaringan Fredy Pratama gembong narkoba jaringan internasional yang dijuluki sebagai 'Pablo Escobar Indonesia'.

Fredy hingga kini masih buron dan diduga bersembunyi di luar negeri. la disebut kerap berpindah-pindah lokasi, termasuk di kawasan Thailand dan Kamboja.

Sosok Fredy alias Miming alias Cassanova itu disebut mempunyai pengaruh kuat di kawasan Asia Tenggara, khususnya golden triangle yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan narkoba terbesar di dunia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyita total sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi jaringan Fredy Pratama di Indonesia selama periode 2020-2023.

Fredy disebut salah satu sindikat penyalur narkotika terbesar di Indonesia. Dari hasil analisa Direktorat Tindak Pidana Narkoba didapati bahwa mayoritas narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan Fredy.

Setiap bulannya, sindikat Fredy disebut menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kg sampai 500 kg dengan modus operandi menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh.

(tfq/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait