REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) mengeklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menunjukkan dampak terhadap pola konsumsi pangan peserta didik. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu juga disebut berkontribusi dalam mengurangi jumlah anak yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan bahwa berdasarkan data penelitian yang dimilikinya, persentase peserta didik yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar mengalami penurunan signifikan. Dari 56 persen siswa yang semula berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar, kini menjadi 16 persen setelah pelaksanaan MBG.
Baca Juga- BGN Perluas MBG Prasmanan, Target hingga 5.000 Dapur Diterapkan di Akhir Tahun
- Hashim Djojohadikusumo Jelaskan Peran MBG dalam Meningkatkan Kualitas SDM di Hadapan Peraih Nobel
- SDN 14 Denpasar Uji Coba MBG Prasmanan Latih Kemandirian Siswa
“Alhamdulillah, dengan adanya program MBG ini, dari 56 persen peserta didik yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar, turun 50 persen menjadi 16 persen," kata dia melalui keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Sudaryono mengaku memiliki target untuk menghilangkan angka kelaparan peserta didik saat berangkat ke sekolah. Karena itu, BGN akan terus memastikan program MBG dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Kami berharap angka ini bisa terus turun hingga nol, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar,” ujar dia.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika